Suara.com - Sebal dengan tampilan kulit wajah yang bak kulit jeruk? Tenang, Anda tidak sendirian, kok. Masalah pori-pori wajah yang membesar adalah keluhan umum seiring bertambahnya usia. Tapi, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengecilkan pori-pori besar ini.
Dikatakan dokter kulit Jane Wu, MD dalam Cleveland Clinic, pori-pori bisa terlihat sangat besar karena ditentukan oleh genetika. Tetapi, faktor lain juga berkontribusi pada pori-pori yang membesar, seperti produksi minyak, jenis kelamin, masalah penuaan, kerusakan akibat sinar matahari, serta perubahan hormonal.
Dr. Wu mengingatkan untuk menghindari membersihkan pori-pori dengan menggunakan alat ekstraktor, karena ini dapat menyebabkan jaringan parut dan membahayakan kulit. Sebaiknya, gunakan produk untuk membersihkan pori-pori dengan lembut tanpa menyebabkan trauma tambahan.
Nah, ada banyak saran di luar sana tentang cara mengecilkan pori-pori secara alami. Misalnya, mengompres dengan es batu. Tetapi, efek pengencangan hanya berlangsung beberapa menit, dan ukurannya akan kembali seperti semula setelah kulit Anda menghangat kembali.
Dr. Wu menyarankan cara-cara berikut untuk mengecilkan pori-pori yang besar:
1. Lakukan tahap perawatan kulit yang baik
Gunakan pembersih yang lembut untuk mencuci muka di pagi dan sore hari. Untuk menjaga pori-pori tetap bersih dari minyak berlebih, pastikan Anda hanya menggunakan produk berlabel bebas minyak atau noncomedogenic, ya.
2. Gunakan sunscreen
Sunscreen adalah suatu keharusan untuk menghindari kehilangan kolagen dan elastin akibat kerusakan kulit. Gunakan tabir surya spektrum luas dalam rutinitas perawatan kulit siang hari. Gunakan topi dan pelindung fisik lainnya yang juga dapat membantu melindungi wajah Anda dari sinar UV.
3. Lakukan eksfoliasi kimia
Membersihkan pori-pori dari sel kulit mati dan minyak berlebih akan membantu membuat pori-pori tampak lebih kecil. Eksfoliasi kimia yang dilakukan di rumah sesekali dapat membantu. Lakukan setiap dua minggu sekali, atau setiap minggu, tergantung pada jenis kulit dan kedalaman sel kulit yang ingin dihilangkan.
Eskfoliasi bisa menggunakan AHA atau BHA untuk menghilangkan lapisan atas sel kulit mati. Jenis asam hidroksi ini membuka pori-pori dan meningkatkan produksi kolagen.
Baca Juga: Jangan Cuci Muka Terlalu Sering, Dokter Kulit Ungkap Bahayanya
4. Gunakan retinol
Retinol adalah bahan perawatan kulit menyeluruh yang terkenal untuk memerangi jerawat dan kerutan. Retinol adalah turunan dari vitamin A yang banyak dijual bebas di toko kosmetik. Seperti kelompok asam hidroksi, retinol dapat membantu membersihkan sel-sel kulit mati, membuka pori-pori, dan membuat kulit jadi segar.
Gunakan serum atau pelembap retinol di malam hari, karena dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Mulailah dengan mengoleskan lapisan tipis dua kali seminggu, tingkatkan hingga setiap hari karena retinol juga dapat menyebabkan beberapa iritasi kulit di awal.
5. Coba microneedling
Dokter kulit Anda dapat melakukan prosedur microneedling, cara yang efektif untuk mengencangkan kulit untuk mengecilkan pori-pori.
Alat microneedling akan membuat tusukan kecil di kulit dengan jarum yang sangat kecil dan steril. Ini menciptakan luka yang sangat kecil di kulit, yang merangsang respons penyembuhan luka. Itu memicu produksi kolagen, yang memperkuat struktur pendukung di sekitar pori-pori.
Anda juga dapat membeli rol wajah microneedle di konter kecantikan. Namun, hasil yang Anda dapatkan dari microneedling bergantung pada kedalaman jarum pada alat microneedle. Dan perangkat di rumah biasanya memiliki jarum yang panjangnya 0,5 milimeter atau kurang. Sementara yang digunakan dokter kulit adalah yang panjangnya 1,5 hingga 2 milimeter.
6. Pertimbangkan laser untuk mengecilkan pori-pori
Dermatologis dapat memberikan perawatan terapi laser untuk melapisi kembali kulit Anda. Prosedur ini dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk mengurangi munculnya pori-pori besar.
Laser mengelupas lapisan atas kulit dan mendorong pembentukan kolagen di bawah lapisan kulit. Anda biasanya memerlukan serangkaian perawatan laser, dengan durasi setiap empat hingga delapan minggu sekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah
-
Hong Kong Masuk 2 Besar Destinasi Ramah Muslim Terbaik untuk Negara Non-OIC
-
Apa Perbedaan AC dan Air Cooler? Kenali Sebelum Membeli Pendingin Ruangan
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia
-
6 Zodiak Ini Bakal Dapat Kejutan Besar di Bulan Juli 2026
-
Daripada Rugi karena Mati Lampu Bergilir, Ini 5 Genset Murah Cocok untuk Penghobi Ikan Koi
-
Beda Cushion Luxcrime Hijau dan Ungu: Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin
-
Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini 5 Hak Istimewa Beli Rumah Subsidi yang Bisa Didapat