Suara.com - Saat menghadiri undangan wawancara kerja, siapa pun pasti ingin menampilkan yang terbaik. Tidak hanya bermodalkan daftar riwayat hidup, tapi penampilan juga jadi hal pertama yang mudah terlihat oleh pihak perusahaan.
Selain pakaian yang rapi dan sopan, gaya rambut juga bisa menentukan nilai terhadap calon karyawan yang diwawancara.
Career Coach and Professional Trainer Lika Satvarini mengatakan, penting untuk menyesuaikan gaya rambut dengan bidang karier yang akan dijalani. Selain menunjukan profesionalitas juga bisa jadi penanda telah siap untuk bekerja di industri tersebut.
"Saya ada cerita dari teman saya, dia rekruter untuk pramugari. Jadi ada 10 perempuan yang diwawancara, dua di antarnya gaya rambut sudah cepol atau potong bob pendek gitu seperti pramugari. Sedangkan delapan lainnya, macam-macam kan gayanya. Hasilnya, yang dua orang itu langsung diterima," cerita Lika saat konferensi pers di TRESemmé Professional Hair Studio, Lippo Mall Kemang, Selasa (30/8/2022).
"Jadi itu untuk memperlihatkan bahwa kita ready to work bahkan sebelum kita dipekerjakan," imbuhnya.
Untuk industri formal, seperti perbankan juga institusi pemerintahan, Lika menyarankan memilih gaya rambut simpel dan rapi. Pemilihan warna rambut juga harus diperhatikan.
Sebab biasanya tidak diperbolehkan mewarnai rambut dengan warna terang. Sehingga, rambut sebaiknya tetap dibiarkan hitam atau diubah menjadi cokelat tua.
Sedangkan apabila mengincar pekerjaan dibidang kreatif, menurut Lika, tak ada salahnya sedikit berkreasi dengan gaya rambut. Hal itu juga untuk menunjukan sisi kreatif dalam diri.
"Kalau industri sangat formil, seperti perbankan atau BUMN yang sangat ketat aturannya, itu rambut harus hitam atau paling tidak cokelat tua. Karena itu warna-warna yang memberikan kesan formin dibanding dengan warna lebih blonde atau tembaga itu lebih playfull. Warna itu lebih cocok untuk bidang marketing atau sales," jelasnya.
Baca Juga: Gaya Rambut dan Penampilan Professional Bikin Perempuan Lebih Percaya Diri Saat Bekerja
Terakhir, untuk penataan rambut, Lika mengingatkan jangan sampai potongannya membuat ada area wajah yang tertutupi.
"Yang pasti rambut jangan menutupi wajah, kalau perlu dijepit. Itu memperlihatkan enggak ada yang ditutup-tutupi, jadi perekrut melihat kita apa adanya," saran Lika.
Berita Terkait
-
Gaya Rambut Dibilang Gagal di Hari Nikah, Jawaban Syifa Hadju Bikin Kicep
-
Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran
-
5 Rahasia Lolos Wawancara Kerja ke Jepang Biar Nggak Grogi
-
Dialog di Bawah Atap Minimarket
-
7 Inspirasi Gaya Rambut Wanita 2026, Simpel Tetap Stylish
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi
-
Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT