Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan, makeup telah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar perempuan. Bahkan, beberapa menyisihkan alokasi dana tertentu untuk membeli makeup.
Hal itu terungkap dalam laporan survei Populix berjudul “Unveiling Indonesian Beauty & Dietary Lifestyle” yang membahas tentang penggunaan produk kecantikan di kalangan masyarakat Indonesia.
Dalam laporan kali ini, Populix melakukan survei terhadap 500 responden perempuan berusia 18-55 tahun pada tanggal 4-14 Juli 2022. Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas (73 persen) perempuan dapat mengeluarkan anggaran hingga Rp 250 ribu setiap bulannya untuk berbelanja produk makeup, sementara 23% perempuan bahkan dapat menghabiskan hingga Rp 750 ribu.
Sebesar 66 persen perempuan juga memiliki frekuensi pembelian setidaknya satu kali setiap bulan, dengan 6 persen di antaranya berbelanja produk makeup setiap hari.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat diri, hal ini juga berpengaruh terhadap gaya hidup dan konsumsi masyarakat terhadap produk perawatan kulit dan kecantikan. Setiap bulannya, 8 dari 10 orang Indonesia dapat mengeluarkan anggaran hingga Rp 250 ribu untuk membeli produk-produk skincare," ujar Menurut Co-Founder dan COO Populix, Eileen Kamtawijoyo,
Eileen juga menjelaskan, bahwa data mereka juga menunjukkan bahwa menjaga dan merawat kulit kini tidak hanya menjadi kebutuhan para perempuan saja, tetapi juga para laki-laki seiring dengan bertumbuhnya produk-produk skincare yang dikhususkan untuk laki-laki.
"Sementara itu, sama halnya dengan skincare, produk makeup juga menjadi bagian penting di kalangan para perempuan. Sebanyak 7 dari 10 perempuan Indonesia berbelanja produk makeup setiap bulannya. Ini memperlihatkan semakin banyak perempuan yang merawat diri dengan merias wajah," kata dia.
Pada kategori produk makeup lokal, produk-produk buatan Indonesia kian menunjukkan kekuatannya dan semakin diminati masyarakat Indonesia. Berbagai inovasi dan peningkatan kualitas produk terus digencarkan sehingga produk lokal mampu bersaing dengan produk mancanegara.
“Survei kami juga menunjukkan bahwa saat ini, mayoritas perempuan Indonesia memilih brand makeup lokal sebagai produk yang digunakan. Hal ini menunjukkan minat perempuan Indonesia terhadap produk kecantikan lokal semakin booming dan meningkat. Harga yang terjangkau dan kualitas produk yang setara dengan brand internasional menjadi dua alasan utama yang mendorong perempuan memilih brand makeup lokal dewasa ini,” Eileen menambahkan.
Baca Juga: Cantik Alami, Finalis Miss England Ini Tampil di Ajang Kecantikan Tanpa Makeup
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi