Suara.com - Mulai dari menutup laptop tepat pada jam 5 sore,, hanya mengerjakan tugas yang diberikan, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, merupakan beberapa contoh umum yang digunakan untuk mendefinisikan tren tempat kerja yang dikenal dengan "quiet quitting".
Tapi apa itu quiet quitting?
Istilah quiet quitting pertama kali diperkenalkan oleh seorang TikTokers yang kisahnya diangkat oleh Wall Street Journal.
Dalam sebuah unggahan di Linkedin News, Yesse Bello Perez menjelaskan, quiet quitting adalah tentang menolak gagasan bahwa pekerjaan harus mengambil alih hidup seseorang dan bahwa karyawan harus melampaui dan melampaui deskripsi pekerjaan mereka.
Menurut Metro, ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk – termasuk menolak proyek berdasarkan minat, menolak menjawab pesan kerja di luar jam kerja atau hanya merasa kurang berinvestasi dalam peran tersebut.
Seorang profesor dalam perilaku organisasi di University of Nottingham dan direktur pusat pendidikan dan pembelajaran interprofessional, Maria Kordowicz, mengatakan peningkatan quiet quitting terkait dengan penurunan nyata dalam kepuasan kerja.
Laporan tempat kerja global Gallup untuk tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya 9 persen pekerja di Inggris yang terlibat atau antusias dengan pekerjaan mereka, menempati peringkat ke-33 dari 38 negara Eropa. Survei staf NHS, yang dilakukan pada musim gugur 2021, menunjukkan bahwa moral telah turun dari 6,1 dari 10 menjadi 5,8, dan keterlibatan staf turun dari 7,0 menjadi 6,8.
“Sejak pandemi, hubungan orang dengan pekerjaan telah dipelajari dalam banyak cara, dan literatur biasanya, di seluruh profesi, akan berpendapat bahwa, ya, cara orang berhubungan dengan pekerjaan mereka telah berubah,” kata Kordowicz.
Postingan TikTok tentang quiet quitting mungkin terinspirasi oleh media sosial Tiongkok: #TangPing, atau berbaring datar, adalah tagar yang sekarang disensor tampaknya didorong oleh tenaga kerja Tiongkok yang menyusut dan budaya jam kerja panjang.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Buka Lowongan Kerja Hakim Pengadilan Pajak, Berikut Syarat Lengkapnya
Kordowicz menambahkan: “Pencarian makna menjadi jauh lebih jelas. Ada perasaan kematian kita sendiri selama pandemi, sesuatu yang cukup eksistensial di sekitar orang-orang yang berpikir 'Apa artinya pekerjaan bagi saya? Bagaimana saya bisa melakukan peran yang lebih selaras dengan nilai-nilai saya?’
“Saya pikir ini memiliki kaitan dengan elemen berhenti secara quiet quitting yang mungkin lebih negatif: keluar dari pekerjaan secara mental, kelelahan karena volume pekerjaan dan kurangnya keseimbangan kehidupan kerja yang melanda banyak dari kita selama pandemi.
“Tapi saya pikir itu bisa menyebabkan berkurangnya kepuasan di tempat kerja, kurangnya antusiasme, kurang keterlibatan. Jadi kita bisa menyandingkan 'berhenti diam-diam' dengan 'pengunduran diri yang hebat'. Apakah kita tetap diam tapi mati? Atau apakah kita bergerak menuju sesuatu?”
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
UI Luncurkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Anak Usia 3-8 Tahun
-
3 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Juli 2026, Siap-Siap Menyambut Hari Baik
-
6 Arti Mimpi Dipoligami Suami Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?
-
Tren Home Wellness Kian Diminati, Kualitas Air dan Udara Kini Jadi Prioritas Keluarga Modern
-
Beda Bedak Padat Wardah Colorfit dan Lightening, Mana yang Paling Sesuai Jenis Kulitmu?
-
Apakah Bedak Marina Tahan Lama? Cek Klaim Brand dan Ulasan Pengguna
-
Beda Two Way Cake dan Powder Foundation, Mana yang Lebih Bagus?
-
Bedanya Scarlett Whitening Acne Serum vs Brightly Ever After, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?
-
Dikaitkan dengan Ritual Pesugihan, Viral Daftar Harga Layanan Ritual di Gunung Kawi
-
Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Ini Pentingnya Memilih Perawatan Sesuai Kebutuhan