Suara.com - Tantangan teriak sekencang-kencangnya demi dapat es krim McDonald's gratis tengah ramah dibicarakan di Singapura. Mau ikutan?
Program tantangan alias challenge kerap dilakukan restoran sebagai bentuk promosi menu baru. Terbaru, gerai McDonald's di Funan Mall, Singapura, melakukan I Scream for McDonald'd Ice Cream Challenge dalam rangka promosi es krim cokelat kolaborasi McD dan Hershey's.
Dalam sebuah video TikTok viral yang diunggah oleh akun @yukianggia terlihat kerumunan orang berteriak di depan sebuah mesin. Jika teriakan keras tertangkap oleh mesin, makan seorang pegawai McDonald's akan memberikan vocer yang bisa ditukar dengan es krim gratis.
"Ada apaan teriak-teriak? Ternyata ada tantangan teriak buat dapet es krim. Astagfirullah kaget bund!" tulis Yukianggia dalam unggahannya.
Video tersebut memperlihatkan masyarakat yang berkerumun untuk berteria. Ada yang berteriak keras hingga kejang-kejang, ada juga yang tidak bisa bersuara keras sampai harus dibantu oleh temannya untuk bisa mendapatkan vocer.
"Ternyata beneran enak banget es krim cokelat Hershey ini, pantesan pada rela ikut challenge," tulis Yukianggia lagi.
Sebagai catatan, es krim ini juga dijual dengan harga Rp 17.000. Namun akan lebih asyik mendapatkan vocer gratis, sembari berteriak melepaskan penat ataupun stres.
Warganet pun tak ketinggalan meninggalkan komentar kocak. Ada yang menyebut promo ini cocok untuk orang yang sedang dilanda masalah.
"Cocok buat orang yang lagi banyak masalah, udah teriak teriak dapet es krim," tulis Sha**.
Baca Juga: Teriak Histeris di Tengah Kunjungan Jokowi di Pasar Pasir Gintung, Wanita Ini Diangkut Paksa Polwan
Ada juga yang berkomentar tentang teman atau kerabatnya yang pasti menang jika mengikuti tantangan ini.
"Mamak aku kalau kesana berhasil nih," tulis Bukan Simbah ******.
Tak sedikit pula yang meminta McDonald's Indonesia untuk mengadakan tantangan ini.
"McDonald's indo adain challenge ini juga pliss," tulis Pri**.
Berita Terkait
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Sosok di Balik Akun Anaknya Mas Joko, Konten Tutorial Sederhananya Panen Pujian
-
TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital
-
Konflik Parkir di Blok M Memanas: Pemilik Lahan Diancam Dibakar hingga Dibunuh
-
Dari Penjaga Fast Food, Kisah Syahriyadi Sosok di Balik Viral 'P P Apa' yang Mendunia
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan