- UNESCO menyatakan industri budaya dan kreatif menyumbang tiga persen PDB dunia sebagai elemen kunci pembangunan berkelanjutan global.
- TikTok LIVE berkolaborasi dengan POP MART meluncurkan karakter NYOTA bertema budaya Indonesia pertama di Asia Tenggara pada 2026.
- Inisiatif ini menghadirkan desain budaya nusantara melalui hadiah virtual serta pameran fisik di Museum Nasional Indonesia bagi masyarakat.
Suara.com - Laporan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB alias UNESCO mengungkapkan bahwa budaya merupakan elemen kunci dalam pembangunan berkelanjutan.
Dalam riset bertajuk Culture: The Missing SDG yang dirilis 2025 mengungkapkan bahwa industri budaya dan kreatif kini menyumbang lebih dari 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan terus berkembang sebagai kontributor penting bagi perekonomian global.
Berangkat dari sana, TikTok LIVE berkolaborasi dengan POP MART untuk menghadirkan NYOTA edisi khusus dengan sentuhan budaya Indonesia. Kolaborasi ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara sekaligus wujud bagaimana kreativitas digital, interaksi komunitas, dan kekayaan budaya lokal dapat terhubung dan hidup dari layar hingga ke pengalaman nyata.
Livestream Operations Manager TikTok LIVE Indonesia, Michael Tan, menjelaskan bahwa pihaknya percaya kreator adalah generasi baru pendongeng budaya yang mampu mengubah interaksi digital menjadi koneksi yang nyata dan bermakna.
"Melalui kekuatan bercerita dan interaksi antar kreator dan komunitas di TikTok LIVE, kami melihat bagaimana cerita dan identitas lokal, termasuk dari Indonesia, dapat menjangkau audiens yang lebih luas hingga ke panggung global," katanya, Senin (27/4/2026).
NYOTA, karakter ikonik yang dikenal luas secara global, kini hadir dengan balutan desain yang terinspirasi dari elemen budaya seperti motif batik dan wayang, serta lanskap nusantara seperti Monumen Nasional di Jakarta, Gunung Bromo di Jawa Timur, serta Terasering Tegalalang di Bali.
Di TikTok LIVE, NYOTA juga hadir menyapa kreator dan komunitas TikTok dalam bentuk hadiah virtual (gift). Michael menyebut kolaborasi ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat terus hidup, berkembang, dan menjangkau audiens global melalui kreativitas para kreator di TikTok LIVE.
Country Head of POP MART Indonesia, Johan Sebastian menyatakan bahwa NYOTA merupakan simbol imajinasi dan koneksi emosional lintas komunitas. Ia antusias karakter tersebut dapat diinterpretasikan ulang melalui perspektif budaya nusantara di Live TikTok.
"Kami harap kolaborasi ini dapat tidak hanya mendekatkan NYOTA kepada para penggemar, tapi juga mengajak masyarakat untuk merayakan kekayaan budaya tanah air,” terang dia.
Baca Juga: Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
Sementara itu Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengapresiasi inisiatif TikTok LIVE dalam mendukung kreator mempromosikan kebudayaan Indonesia melalui platform digital, termasuk melalui kolaborasi bersama POP MART, Museum Nasional Indonesia, dan Kementerian Kebudayaan RI.
"Kami juga mendorong kolaborasi lebih lanjut dengan para seniman Indonesia agar karya mereka semakin dikenal di panggung global. Kehadiran karakter seperti NYOTA dalam kolaborasi ini menunjukkan bagaimana medium kreatif dapat menjembatani budaya tradisional dan platform digital secara relevan bagi generasi muda," jelasnya.
Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan inisiatif ini, setelah sebelumnya diperkenalkan di Jepang dan Kazakhstan.
Selain menghadirkan karakter global NYOTA dengan balutan budaya Indonesia melalui gift edisi spesial di dalam platform, TikTok LIVE bersama POP MART juga membawa NYOTA keluar dari layar untuk menyapa masyarakat lewat pameran khusus di Museum Nasional Indonesia pada 27-29 April 2026.
Berita Terkait
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
-
Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?
-
Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya
-
Saat Harapan Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Keterbatasan Ekonomi
-
Bukan Energi Listrik Saja, Ini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Rakyat
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia