Suara.com - Mata publik terpaku pada pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II pada Senin (19/9/2022) waktu setempat. Seluruh Keluarga Kerajaan berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Yang Mulia.
Tetapi kursi kosong di depan Raja Charles pada upacara di Windsor menimbulkan pertanyaan. Selama acara kerajaan sebelumnya, beberapa berspekulasi bahwa ini bisa menjadi langkah yang disengaja untuk mewakili anggota Keluarga Kerajaan yang telah meninggal.
Namun, dilansir Express, kenyataannya tidak demikian. Kursi kosong di depan Raja Charles hanya ada di sana untuk mengikuti protokol kerajaan. Tidak ada yang diizinkan untuk duduk di depan raja yang memerintah di acara semacam ini sehingga pandangan raja tentang proses tidak terhalang.
Hal tersebut juga terlihat sebelumnya di acara kerajaan lainnya. Pada pernikahan Putri Eugenie, sebuah kursi dibiarkan kosong di Kapel St George di Windsor.
Begitu pula ketika Pangeran Harry menikahi Meghan Markle pada 2018, protokol yang sama diikuti. Pada saat itu, banyak orang berspekulasi jika kursi itu dibiarkan kosong untuk mengenang ibu Harry, Putri Diana.
Padahal, Harry dan Meghan menghormati Putri Diana dengan cara lain saar pernikahan mereka. The Duchess of Sussex membawa buket bunga forget-me-nots, salah satu bunga favorit Diana.
Mantan Putri Wales ini juga diketahui menyukai mawar putih. Ini digunakan untuk menghias dinding di Kapel St George di Kastil Windsor dan juga ditanam di taman istana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi