Suara.com - Media sosial tengah ramai dengan beredarnya video mantan petinggi OVO Indrajana Sofiandi yang diduga lakukan KDRT kepada anaknya.
Video itu awalnya diunggah oleh mantan istrinya Keyla Evelyne Yasir lewat akun @ikeyyuuuu di Instagram. Unggahan tersebut dimaksudkan untuk meminta keadilan atas perilaku mantan suaminya itu.
Dalam video berdurasi tiga menit tersebut, tampak Indrajana memukul kepala anaknya berkali-kali. Meski sang anak menangis dan ketakutan, ia justru terlihat semakin kesal hingga menendang tubuh sang anak.
Dalam video selanjutnya, sang anak kembali didorong oleh ayahnya. Namun, kali ini anak tersebut sudah berani melawan dan membela dirinya dengan mendorong balik.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) memang tidak hanya bisa terjadi antara suami dan istri. Tapi juga hubungan orang tua dengan anak.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Departemen Psikologi Universitas Toronto, Kanada, pada 2021 disebutkan bahwa ayah yang melakukan kekerasan fisik kepada anaknya bisa jadi alami ganggua kesehatan psikis.
"Penelitian telah menunjukkan, ayah yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga cenderung mengalami kesulitan dengan depresi, permusuhan, reaktivitas pengasuhan yang berlebihan, kelemahan, kurangnya hubungan emosional, dan pengasuhan bersama, dan pada gilirannya, masing-masing bidang kesulitan ini telah dikaitkan dengan kesulitan sosial-emosional anak," jelas peneliti utama Catherine Thompson-Walsh dalam hasil penelitiannya, dikutip dari situs Science Direct.
Seorang ayah yang tidak mampu mengontrol emosinya sendiri juga alami kesulitan berhubungan internal dengan anak cenderung lebih mungkin lakukan kekerasan fisik. Para peneliti juga melihat bahwa riwayat kekerasan yang sebelumnya pernah dialami ayah juga bisa jadi salah satu penyebab lain.
Sementara itu, KDRT yang diterima anak kemudian menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan sosial-emosionalnya.
Baca Juga: "Divideoin Buat Apa Coba?" Komentar Deddy Corbuzier soal Video KDRT Tuai Kritik
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA