Suara.com - Setelah Rezky Aditya dan Zikri Daulay, beredar video Syahrini tampil bernyanyi dengan pria bule viral sebelum menikah dan berhijab. Rentetan kejadian ini mengingatkan kita akan dampak besar jejak digital di masa lalu untuk karier dan masa depan.
Pasalnya, dalam video tersebut Syahrini dengan pria bule bertelanjang dada sempat pangku-pangkuan. Dalam video tersebut, pria bule itu memberikan tarian di hadapan Syahrini yang sedang manggung di Colosseum Club, sebuah tempat hiburan malam di Jakarta.
Ketiga video tersebut lantas membuat warganet terkejut setelah jejak digital itu tersebut di internet. Meski demikian, beberapa warganet menuliskan, ketiga video tersebut merupakan masa lalu Rezky Aditya, Zikri Daulay, dan Syahrini.
Namun, jejak digital video kurang baik tersebut masih tersimpan di internet sehingga berpotensi tersebar ke publik. Hal ini akan dapat memengaruhi kehidupan seseorang, bahkan menghancurkannya jika tersebar.
Melansir Bitdefender, ketika suatu hal dilakukan di dunia digital, ini akan berpotensi dilihat banyak orang, baik itu komentar, ulasan, gambar, video, dan lain-lain. Jika hal-hal buruk tersebut sudah lama terjadi, ketika orang melihat pasti akan memengaruhi kehidupan masa kini.
Selain itu, ketika seseorang melakukan hal buruk dan tersebar, itu tidak hanya membuat namanya tercemar, tetapi apa yang ada di sekitarnya. Hal ini karena pandangan buruk bisa diterima oleh pengguna digital lainnya. Berikut terdapat dampak yang terjadi dari adanya jejak digital buruk.
- Akan memengaruhi pandangan orang lain tentang diri sendiri hingga berisiko hancurnya persahabatan hingga hubungan asmara.
- Memengaruhi penerimaan perguruan tinggi, terutama yang memakai syarat penggunaan media sosial yang baik.
- Minimnya peluang beasiswa, karena unggahan yang buruk pernah dilakukan.
- Memengaruhi peluang mendapatkan pekerjaan. Pasalnya, terdapat beberapa pekerjaan yang melacak jejak digital. Hal ini akan memperkecil peluang mendapat pekerjaan.
- Informasi pribadi dan finansial terancam karena data yang tersebar bisa dimanfaatkan orang jahat.
Itulah dampak jejak digital bagi karier dan masa depan. Apa jejak digital yang ingin Anda hapus dan lupakan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya
-
Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah
-
Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya
-
Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!