Studi Tentang Terapi Heavy Metal
Dalam sebuah studi di University of Queensland School of Psychology, para peneliti mempelajari efek "musik ekstrem" pada pendengar yang mengumpulkan sekelompok pendengar heavy-metal reguler berusia 13-34 tahun.
Para peneliti memulai dengan sesi 16 menit yang dirancang untuk sengaja membuat marah subjek dengan mengemukakan kenangan tidak menyenangkan atau masalah yang berkaitan dengan uang, hubungan, atau pekerjaan.
Subjek yang dicentang kemudian secara acak ditugaskan untuk menghabiskan 10 menit berikutnya dalam keheningan atau mendengarkan musik heavy metal dari daftar putar mereka sendiri.
Separuh dari mereka di grup musik memilih lagu yang mengandung agresi atau amarah, sementara separuh lainnya memilih lagu dengan tema keterasingan dan kesedihan.
Hasilnya mengejutkan. Alih-alih membuat pendengar yang marah menjadi lebih marah, atau memicu episode depresi, bunuh diri, penyalahgunaan narkoba atau kekerasan, musik heavy metal "meningkatkan emosi positif," menurut Leah Sharman, rekan penulis studi tersebut.
“Saat mengalami kemarahan, penggemar musik ekstrim suka mendengarkan musik yang bisa menyamai amarah mereka,” ujarnya.
Musik membantu mereka mengeksplorasi keseluruhan emosi yang mereka rasakan, tetapi juga membuat mereka merasa lebih aktif dan terinspirasi. Hasilnya menunjukkan tingkat permusuhan, lekas marah, dan stres menurun setelah musik diperkenalkan, dan perubahan paling signifikan yang dilaporkan adalah tingkat inspirasi yang mereka rasakan.”
Meskipun demikian, kita semua tahu bahwa musik dapat memang memengaruhi perasaan kita, memunculkan emosi seperti kegembiraan, kesedihan, cinta, dan kemarahan. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah emosi tersebut memicu jenis perilaku tertentu.
Baca Juga: CEK FAKTA: Agnes Gracia Cewek Bookingan hingga Kepergok di Kamar Hotel, Benarkah?
Peneliti Belanda Juul Mulder menemukan bahwa gadis remaja yang menyukai musik rap lebih mungkin untuk merokok, anak laki-laki yang mendengarkan musik heavy metal cenderung tidak merokok, dan anak perempuan lebih kecil kemungkinannya untuk minum. Namun, para peneliti di kedua studi tersebut sangat berhati-hati untuk mencatat bahwa tidak ada bukti bahwa musik benar-benar menyebabkan perilaku tersebut.
Sejumlah penelitian lain telah mengkonfirmasi temuan Sharman bahwa ketika orang-orang dalam keadaan emosional tertentu mendengarkan musik yang cocok dengan keadaan itu — entah itu Bach, Brahms, Taylor Swift, Thundercat, atau Jay Z — mereka merasa lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Digelar Pagi Sebelum Jumatan, Ini Jadwal Lengkap dan Agenda Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026
-
Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal