Suara.com - Nikita Willy baru-baru ini meluncurkan koleksi terbaru dari brand perhiasan miliknya. Brand perhiasan bernama Nikita Willy Gold itu membuat koleksi sejumlah perhiasan dengan tema koleksi Ramadhan dengan desain huruf Arab.
Salah satu produk yang menjadi perhatian warganet yaitu cincin, kalung, hingga gelang dengan lafadz Allah. Menurut sebagian warganet desain itu cukup unik dan menarik, apalagi terdapat lafadz Allah di dalamnya.
Namun, di sisi lain karena lafadz Allah tersebut justru membuat warganet enggak membelinya. Menurut sebagian warganet, adanya lafadz Allah pada perhiasan itu justru akan sulit dan merepotkan. Pasalnya, mereka tidak bisa memakai perhiasan tersebut setiap saat.
"MasyaaAllah bagus banget tapi gak berani beli, dulu pernah punya gelang gini juga dan rempong banget kalo mau ke kamar mandi harus lepas apalagi sering ke kamar mandi jadinya ku jual aja takut juga," komentar salah satu warganet.
"Kalo ke kamar mandi, harus dilepas aksesorisnya. Dan diharapkan bisa menaruhnya di tempat yang mulia," tulis warganet lainnya.
Sementara itu, terkait lafadz Allah sendiri pada dasarnya bukanlah sebuah halangan jika dibuat di perhiasan atau aksesoris tertentu. Mengutip NU Online, adanya tulisan Allah, Allahu Akbar, Muhammad dan lainnya itu merupakan bentuk syiar agama Islam.
Namun, memang ketika mengenakannya tetap ada tata krama yang harus diperhatikan. Islam melarang umatnya memakai cincin atau sejenisnya seperti kalung dan gelang yang bertuliskan Lafdhul Jalalah (lafal-lafal yang diagungkan) ketika hendak buang air (ke toilet).
Hal ini juga dilakukan Rasululah saw yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik R.A.:
“Rasulullah selalu melepas cincin beliau ketika hendak masuk ke tempat buang air besar maupun kecil, karena cincin beliau bertuliskan lafal "Muhammad Rasulullah".
Terkait larangan ini memang tidak secara spesifik dikatakan haram. Namun, hendaknya dihindari karena merupakan kelakukan yang dibenci (makruh) oleh syariat. Tidak hanya itu, Imam Taqiyuddin Al-Hushni dalam kitabnya Kifatul Akhyar menjelaskan, tata krama ini tidak hanya membatasi pada ragam perhiasan saja, tetapi segala sesuatu yang tertera di dalamnya Lafdhul Jalalah.
“Makruh hukumnya memakai cincin atau sebuah uang logam yang bertuliskan nama Allah, ketika masuk ke tempat buang air besar maupun kecil (Toilet, WC, Jamban), atau sesuatu yang bertuliskan lafal Al-Quran. Begitu juga yang bertuliskan nama Rasulullah Shallallhu Alaihi Wasallam untuk memuliakannya.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
-
Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?
-
Sambil Sebat, Pengakuan Sopir Taksi yang Disebut-sebut Biang Kerok Kecelakaan KRL dan Argo Bromo