Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

Kamis, 24 September 2026 | 12:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (22/8/2026). [Suara.com/ Maria]
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo mengadakan rapat terbatas penanganan kebakaran hutan pada Kamis, 24 September 2026.
  • Pemerintah melarang pembakaran lahan dan menyediakan bantuan alat berat serta anggaran bagi masyarakat.
  • Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi kurikulum sekolah, pendidikan agama, dan penambahan peralatan pemadam.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto akan menggelar rapat terbatas membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, hari ini.

Manteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah ingin mencegah karhutla terus berulang setiap tahun.

"Semua sektor harus dimitigasi. Sedih kita kalau kejadian yang kita sudah tahu tapi terus berulang," kata Pras kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Prabowo turut mengundang beberapa ahli dalam ratas membahas mitigasi karhutla.

"Edukasi penting, karena semua kebakaran berasal dari ulah manusia," kata Pras.

Pras menegaskan kembali arahan presiden terkait pembukaan lahan oleh rakyat.

Personel Manggala Agni melakukan pendinginan kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]

Prabowo dalam instruksinya meminta rakyat melapor kepada aparat bila ingin membuka lahan dan butuh alat berat. Nantinya pemerintah akan memberikan bantuan serta menyiapkan anggaran.

"Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar," kata Pras.

Perihal upaya pencegahan dari sisi edukasi, Pras mengatakan, pemerintah telah meminta mitigasi kahutla masuk dalam kurikulum sampai pendidikan agama.

"Kemarin sudah kita minta masuk ke kurikulum mulok. Kita minta masuk juga ke pendidikan agama sejak dini. Segala cara harus ditempuh. Selain kita siapkan peralatan yang mumpuni jika terjadi," kata Pras.

Pras mengatakan pemerintah juga sudah memesan pesawat-pesawat model beriev dan perlatan fire fighting.

"Untung tahun lalu kita sudah nekat beli truck pemadam kebakaran sekitar 2.000 unit dan terbukti sekarang banyak dan dibutuhkan," ujarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com