Suara.com - Pengobatan alternatif kian menjadi sorotan setelah viralnya kisah Ibu Ida Dayak. Hal ini karena Ibu Ida Dayak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui pengobatan alternatif yang dijalankannya.
Dalam mengobati pasiennya, Ibu Ida Dayak menggunakan minyak bintang serta adanya bacaan khusus. Dipercaya bacaan tersebut dapat mengobati berbagai penyakit setelah berobat kepadanya.
Sebab metode pengobatan alternatifnya itu, Ibu Ida Dayak langsung dibanjiri pasien yang ingin berobat kepadanya. Meski demikian, tidak sedikit juga masyarakat yang mempercayakan metode pengobatannya. Apalagi, tidak ada rincian penjelasan yang jelas berdasarkan pandangan medis.
Terkait ini, pengamat sosial Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan alasan masyarakat banyak yang memilih pengobatan alternatif saat ini karena tujuannya adalah kesembuhan. Menurut Devie, masyarakat dari berbagai kalangan apapun tidak peduli pengobatannya seperti apa, selama untuk bisa menyembuhkan, pasti dilakukan.
“Ketika orang dalam kondisi tidak sehat, maka mereka berusaha mencapai kesembuhan. Mereka gak peduli dari kalangan mana, tapi mereka akan berusaha untuk mencapai kondisi sehat itu kalau sedang sakit. Makannya mereka mau yang kaya atau tidak, agama apapun, ketika mereka sakit, mereka akan menempuh berbagai jalur untuk bisa sembuh,” terangnya saat dihubungi Suara.com.
Namun, rupanya terkait pengobatan alternatif sendiri bukan hanya ada di Indonesia. Devie mengatakan di luar negeri justru metode ini dirangkul dalam dunia kesehatan. Bahkan, di beberapa negara pengobatan alternatif dijadikan pendidikan formal untuk diperdalam ilmunya secara benar.
“Pengobatan alternatif ini bukan hanya di Indonesia, di luar negeri justru malah dirangkul, ini ada penelitiannya, ada literaturnya dijadikan pendidikan formal gitu di beberapa negara buat memperdalam lagi karena ilmunya sudah ditemukan,” ucap Devie.
Devie menilai dirangkulnya pengobatan alternatif ini justru membuat metode ini akan lebih jelas. Pasalnya, nanti akan diteliti cara pengobatan alternatif yang dilakukan serta manfaatnya dalam penyembuhan pasien.
Nantinya, pengobatan alternatif dapat menjadi salah satu opsi yang bisa digunakan dalam penyembuhan pasien. Devie optimis, dengan adanya kasus Ibu Ida Dayak ini, di Indonesia nantinya juga akan memperhatikan pengobatan alternatif.
Baca Juga: Cek Fakta: Pesulap Merah Ditantang Adu Sakti, Ida Dayak Menolak Dengan Jawaban Santun Begini
“Saya optimis di Indonesia juga nanti akan diperhatikan lagi pengobatan alternatif, karena ini sekarang sedang tren juga, jadi akan dilihat lagi nanti,” ujar Devie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
-
Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya
-
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Pencegahannya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda