Suara.com - Beredar video Mario Dandy sering terlihat tersenyum dan tertawa sendiri ketika menjalani persidangan kasus pengeroyokan terhadap David Ozora. Sikap tersebut membuat anak mantan pejabat pajak Rafael Alun itu dinilai stres dan bergejala orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) selama mendekam di penjara.
Namun, ayah David Ozora, Jonathan Latumahina memastikan kalau kondisi psikis Mario Dandy sehat. Ia bahkan beranggapan kalau sikap sering tersenyum dan tertawa itu hanya akal-akalan Mario Dandy agar dirinya bisa bebas dari hukuman.
"Banyak yang nyangka dia udah gila dan stress, engga. Dia sehat secara psikis dan sudah ada reportnya pas pelimpahan dari PMJ lalu," tulis Jonathan di akun Twitter pribadinya, dikutip Kamis (15/6/2023).
Diketahui bahwa dalam Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diatir bahwa pelaku kejahatan yang terbukti mengidap gangguan jiwa tidak bisa dipenjara, melainkan harus jalani rehabilitasi.
Sikap serupa juga ditunjukan pemuda 20 tahun itu ketika menyampaikam permintaan maaf kepada keluarga David Ozora. Mario Dandy dikritik tidak tulus meminta maaf karena sikapnya yang terlihat santai dan tersenyum saat mengungkapkan penyesalan.
Sering tersenyum dan tertawa dalam situasi yang tak tepat sebenarnya tidak selalu menandakan seseorang alami gangguan kejiwaan. Ada banyak jenis gangguan jiwa juga dengan gejala yang beragam.
Dikutip dari Alodokter, sakit jiwa merupakan gangguan mental yang berdampak pada suasana hati, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum. Seseorang disebut menderita sakit jiwa bila gejala dan tanda yang dialami membuatnya tertekan sampai tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.
Ciri-ciri orang yang mengalami sakit jiwa bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Tetapi secara umum, orang yang mengalami gangguan jiwa dapat dikenali dari beberapa gejala, seperti:
- Mengalami perubahan mood yang sangat drastis, misalnya dari sangat sedih menjadi sangat gembira atau sebaliknya dalam waktu singkat
- Memiliki rasa takut yang berlebihan
- Menarik diri dari kehidupan sosial
- Merasa emosional, amarahnya tidak terkendali, dan suka melakukan kekerasan
- Mengalami delusi
Terkadang, beberapa gejala tersebut juga disertai dengan gangguan fisik, seperti sakit kepala, nyeri punggung, sakit perut, maupun nyeri lain yang tidak diketahui sebabnya.
Baca Juga: Ayah David Ozora: Baru Adil Kalau Mario Dandy Gue Bikin Koma
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Apakah Boleh Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Begini Penjelasan Hukumnya
-
Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya
-
7 Rekomendasi Sepatu Lokal Full Hitam untuk Sekolah: Awet, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Rekomendasi Sepatu Sekolah Harga Murah, Tak Harus Rp700 Ribu per Pasang
-
KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama, Tiket Lama Apakah Masih Berlaku? Ini Penjelasannya
-
Sertifikat Mualaf Itu Apa? Ini Lembaga yang Berhak Mengeluarkannya
-
5 Parfum Pucelle Paling Wangi di Indomaret, Murah dan Bikin Percaya Diri
-
Mengintip Basic Skincare dr. Tompi untuk Kulit Sehat dan Awet Muda
-
Ahmad Dhani Tamatan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Suami Mulan Jameela
-
Berkaca dari Richard Lee, Kenapa Mualaf Punya Sertifikat? Ternyata Ini Fungsinya