Suara.com - Pertandingan FIFA Matchday antara Indonesia vs Argentina hingga kini masih menjadi sorotan. Masyarakat tampak antusias menantikan pertandingan Indonesia melawan Juara Piala Dunia 2022 itu.
Sementara itu, para pemain Timnas Argentina telah tiba di Indonesia sejak, Jumat (16/6/2023) malam WIB. Timnas Argentina ini mendapatkan sambutan hangat yang baik dari Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, pihaknya memastikan agar Timnas Argentina merasa nyaman.
Pasalnya, saat Argentina tiba di China beberapa waktu lalu, para pemain sudah dikerumuni para penggemar di bandara. Oleh sebab itu, Erick Thohir memastikan kalau para pemain Argentina dan mendapat servis yang baik.
"Saya kira bagus banget ketimbang di China. Nunggu paspornya berjam-jam, di sini 35 menit saya hitung. Itu bagian servis. Kalau mau tim besar dateng, kita mesti servis," kata Erick Thohir di Garuda Store, SUGBK, Jakarta, Sabtu (17/6/2023).
Tak hanya itu, bahkan Erick Thohir juga tidak melakukan interaksi lama-lama setelah para pemain Argentina tiba. Menurutnya, para pemain itu membutuhkan istirahat, apalagi mereka juga harus latihan keesokan harinya.
"Mereka juga capek hari ini masih di hotel. Mereka, saya gak ngikutin, mungkin nanti mereka makan, mungkin fitness, baru nanti sore mereka latihan di sini," pungkasnya.
Sementara mendapat sambutan baik, media Argentina baru-baru ini menjadi sorotan karena membuat pemberitaan yang kurang mengenakan. Pasalnya, salah satu media asal Argentina malah membahas kota Jakarta yang dikatakan akan tenggelam.
Dalam artikel yang dibuat di media Media Sol Play 915, membahas mengenai lokasi Argentina dan Indonesia bertanding yakni Jakarta. Namun, pada judul berita malah menuliskan Jakarta akan tenggelam.
“Jakarta Tenggelam: Penasaran soal Ibu Kota Indonesia, tempat Timnas Argentina bertanding Senin ini," tulis judul berita yang telah diterjemahkan dari media Argentina itu.
Baca Juga: Kekhawatiran Shin Tae-yong Tak Terbukti, Ini Kondisi Pemain Timnas Indonesia Jelang Lawan Argentina
Tidak hanya itu, dalam isi berita juga membahas mengenai geografis dan banyaknya penduduk di Jakarta. Bahkan, dalam artikel juga membahas masalah masa depan Jakarta yang akan tenggelam karena perairan laut Jawa.
"Jakarta, kota terpadat keempat di dunia dengan lebih dari 10 juta penduduk yang memiliki banyak masalah," pernyataan dalam artikel tersebut.
"Singkatnya, masa depan Jakarta akan menghilang di bawah perairan Laut Jawa. Kota ini tenggelam 25 sentimeter setiap tahun karena kurangnya pasokan air yang sebabkan eksploitasi air tanah secara berlebihan," lanjut tulisan artikel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya