Suara.com - Meski terjadi di masa lalu, nyatanya pengalaman buruk masa kecil bisa berpengaruh pada berbagai keputusan yang Anda miliki saat ini. Luka inner child yang tak kunjung sembuh bahkan bisa berdampak pada hubungan asmara.
Bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Simak informasi berikut untuk tahu jawabannya.
Dampak Luka Inner Child pada Hubungan Asmara
Mengutip dari laman Times of India, berikut adalah berbagai dampak luka batin anak yang belum sembuh pada hubungan Anda.
Posesif
Mengalami berbagai pengabaian selama masa kanak-kanak sering kali membuat orang dewasa takut ditinggalkan atau diabaikan pasangan.
Ketakutan ini kemudian bisa membuat mereka menjadi terlalu tergantung pada pasangan dan bertindak super posesif. Sering kali, mereka terus mempertanyakan betapa pentingnya kehadiran mereka dalam hidup pasangan sehingga merasa aman karena tidak akan ditinggalkan.
Rendah diri
Pengalaman penolakan pada masa kanak-kanak yang mencakup perasaan tak dicintai atau tidak diinginkan bisa meninggalkan luka emosional yang mendalam.
Baca Juga: 7 Lagu Dangdut FYP di TikTok Tahun Ini, Lagu Happy Asmara Paling Banyak Digunakan
Perasaan tersebut saat dewasa sering kali berubah menjadi rasa rendah diri. Kondisi ini membuat Anda terus-menerus mencari validasi dan persetujuan pasangan atas segala hal yang Anda lakukan.
Sulit percaya orang lain
Dampak luka inner child pada hubungan asmara saat dewasa adalah sulitnya membangun kepercayaan.Dalam beberapa kondisi, ini sebenarnya merupakan hal yang bagus.
Namun, jika dilakukan secara berlebihan, orang-orang akan merasa risih berada di sekitar Anda karena merasa ketulusannya tidak dihargai. Kondisi ini sering kali justru membuat hubungan Anda merenggang.
Sulit menerima cinta
Pengabaian emosional selama masa kanak-kanak dapat membuat seseorang merasa tidak berdaya dan tidak berharga.
Saat dewasa, kondisi ini sering kali membuat seseorang tidak layak menerima cinta dan perhatian dalam hubungan.
Akibatnya, seseorang dengan jenis ini justru kerap menjalani hubungan dengan orang yang salah karena percaya bahwa dirinya tidak berhak menerima kebaikan.
Terlalu tertutup
Selain terlalu bergantung, luka inner child yang belum terobati juga bisa membuat seseorang menjadi terlalu tertutup. Padahal salah satu kunci dalam hubungan adalah keterbukaan dalam komunikasi.
Oleh karena itu, penting untuk berdamai dengan masa lalu terlebih dahulu sebelum memulai hubungan. Setidaknya beritahu pasangan Anda atas kondisi masa lalu Anda.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Apa Bedanya Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai dan Xin Nian Kuai Le? Jangan Sampai Tertukar
-
5 Ide Jualan Takjil Bulan Puasa Kekinian, Modal Kecil tapi Paling Laris!
-
Sidang Isbat Puasa Ramadan 2026 Tayang di TV Apa? Ini Jadwal dan Link Nontonnya
-
35 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin yang Simpel dan Penuh Makna
-
Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya
-
Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026 untuk Pekerja Pemerintah dan Swasta
-
5 Merk Smart TV Awet yang Layarnya Tidak Mudah Bergaris
-
25 Ucapan Maaf Menjelang Ramadan Bahasa Sunda, Siap Dikirimkan ke Grup WhatsApp
-
Domino Bukan Sekadar Permainan: Intip Transformasinya Jadi Olahraga Pikiran Profesional di Makassar
-
Lebih dari Sekadar Es Krim, Halocoko Torehkan Rekor MURI Lewat Gerakan Sosial