Suara.com - Sejak era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dianggap hari libur dari perayaan keagaman, banyak umat Muslim bertanya, apakah orang Islam boleh merayakan Imlek?
Jika dilihat berdasarkan sejarah, Imlek merupakan perayaan Tahun Baru China berdasarkan kalender lunar Tiongkok. Hal ini mirip ketika umat muslim menyambut tahun baru Hijriyah atau 1 Muharram.
Perlu Anda tahu, Imlek juga baru diakui sebagai hari libur nasional pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak saat itulah, Imlek tak hanya dinilai bagian dari suatu budaya, tetapi juga hari raya keagamaan.
Seperti yang diketahui, perayaan Tahun Baru Imlek 2026 ini jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026 dan menjadi libur nasional. Salah satu bentuk perayaan terkecil yang bisa dilakukan adalah berkirim ucapan. Hal ini juga dilakukan oleh umat Muslim.
Apakah orang Islam boleh merayakan Imlek?
Apabila Imlek dipandang semata sebagai tradisi budaya, seperti pesta panen atau festival adat lainnya, sebagian pendapat menilai hukumnya bisa lebih longgar.
Namun, ketika Imlek dipahami sebagai hari raya yang memiliki dimensi keagamaan dari agama lain, ada dalil yang dijadikan dasar untuk melarang umat Islam turut serta dalam perayaannya. Pendapat yang cenderung melarang ini juga dianut oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena dinilai berpotensi menimbulkan percampuran akidah.
Pandangan tersebut merujuk pada hadis yang kerap dikutip: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”
Hadis ini menjadi landasan konsep tasyabbuh, yakni larangan meniru ciri khas keagamaan pemeluk agama lain. Dalam konteks ini, yang dipermasalahkan bukan hanya mengikuti ritual ibadahnya, tetapi juga penggunaan atribut khas Imlek, menyampaikan ucapan selamat dengan redaksi khusus, hingga menghadiri perayaan yang mengandung unsur ritual.
Baca Juga: Libur Imlek Dongkrak Penumpang Kereta Cepat Whoosh, Tembus 25 Ribu per Hari
Pendapat senada juga disampaikan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya di Al-Bahjah TV. Beliau membedakan antara memberi ucapan selamat atas urusan pribadi, seperti pernikahan atau menempati rumah baru yang diperbolehkan, dengan ikut serta dalam syiar keagamaan yang tidak dibenarkan.
Imlek dinilai sebagai bagian dari syiar karena rangkaian perayaannya berlangsung hingga 15 hari dan tidak sekadar penanda pergantian tahun. Karena itu, Anda sebagai umat Muslim diingatkan untuk memiliki keteguhan prinsip dalam beragama tanpa harus mengikuti perayaan yang bersifat keagamaan dari keyakinan lain.
Perlu Anda pahami, pandangan ini disampaikan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kemurnian akidah dan ibadah, bukan sebagai sikap permusuhan terhadap agama atau pemeluk agama lain.
Apakah Orang Muslim tidak Boleh Berkunjung ke Saudara yang Merayakan Imlek?
Barangkali Anda memiliki keluarga atau tetangga yang merayakan Imlek dan tetap ingin menjaga hubungan baik dengan mereka. Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan arahan yang cukup tegas dalam menyikapi situasi ini.
Menurut beliau, jika Anda berkunjung semata-mata untuk bersilaturahmi, hal tersebut diperbolehkan. Yang terpenting adalah meluruskan niat, yakni menjaga hubungan kekeluargaan atau persahabatan, bukan untuk mengikuti rangkaian ibadah atau ritual keagamaannya.
Berita Terkait
-
Rayakan Long Weekend Imlek 2026: Ini Daftar Film Terbaru di Bioskop yang Wajib Ditonton
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya
-
Libur Imlek Dongkrak Penumpang Kereta Cepat Whoosh, Tembus 25 Ribu per Hari
-
6 Shio Paling Hoki dan Cuan Jelang Imlek, Ada Macan hingga Ayam
-
Terpopuler: 50 Kartu Ucapan Imlek, Parfum Halal untuk Salat Tarawih
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya
-
6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
-
Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini
-
6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series
-
Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam
-
Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global
-
Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026
-
5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri