Suara.com - Menu ayam kodok yang disajikan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta ketiga bacapres saat makan siang bersama memang cocok disantap beramai-ramai. Sebab seporsi ayam kodok itu cukup besar dan bisa dipotong jadi beberapa bagian, tergantung dari berat ayam.
Pakar kuliner Chef Stefu Santoso mengatakan bahwa ayam kodok memang termasuk menu santapan keluarga. Bila menggunakan ayam yang cukup besar bahkan menu tersebut bisa disajikan untuk 6 sampai 8 orang.
"Satu porsi ayam kodok ini lebih, bisa 6 sampai 7 orang. Tapi tergantung juga dengan jenis ayam yang dipakai karena sekarang kan ada jenis-jenis ayam yang kecil. Ada yang cuma 800 gram, 500 gram, kalau pakai ayam segitu mungkin bisa buat 2 atau 3 orang. Kalau pakai ayam yang 1,2 (kilogram) itu bisa buat 6-7 orang bahkan mungkin 8 orang," tutur chef Stefu kepada suara.com, Senin (30/10/2023).
Menu ayam kodok tersebut sebenarnya berupa seekor ayam utuh tanpa kepala dan ceker dikeluarkan daging serta tulangnya. Kemudian setelah dalamnya kosong, diisi dengan daging ayam yang digiling halus dan dibumbui. Cara pembuatannya dipanggang dan dicelup ke saus kecap.
"Sebenarnya sisanya tinggal kulit aja, daging dibuang, tulangnya diambil semua, nanti diganti isiannya dengan (daging) ayam giling, jadi dia lebih padat isinya," jelas Chef Stefu.
Lantaran secara histori ayam kodok termasuk makanan warisan dari Belanda, jadi cara menyantapnya mirip seperti makan steak jawa atau dikenal juga sebagai selat solo. Sehingga menyajiannya biasa dengan kentang rebus, rebusan buncis, wortel, dan kacang polong.
Sebelumnya diketahui, Presiden Jokowi makan siang bersama dengan tiga bakal calon presiden (bacapres) di Istana Negara hari ini, Senin (30/10/2023). Keempat politisi itu duduk bersama mengitari meja mundar yang terisi penuh dengan aneka makanan.
Ayam kodok hanya salah satu menu yang dihidangkan di atas meja tersebut. Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengungkapkan bahwa presiden dan para bacapres dihidangkan aneka jenis makanan dengan citra berbeda.
"Nasi putih, soto lamongan, ayam kodok, sapi lada hitam, bebek panggang, cumi goreng, udang goreng telur Asin, kaylan cah sapi, es laksamana mengamuk (es mangga kuini yang dicampur dengan santan dan gula) dan Jus Jeruk," tulis Ari dalam keterangan tertulis kepada media.
Baca Juga: Cerita Rakyat di Balik Es Laksamana Mengamuk, Minuman yang Disajikan Jokowi untuk 3 Capres
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial