Suara.com - Anwar Usman tak lagi menikmati segudang keuntungan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Pasalnya, Anwar dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK dinyatakan oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim berkenaan dengan putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.
Segudang keuntungan tersebut juga termasuk gaji Ketua MK, termasuk beberapa tunjangan yang menggiurkan.
Lantas, seberapa besar perubahan gaji Anwar Usman usai dirinya dicopot sebagai Ketua MK?
Gaji Anwar Usman sebelum vs sesudah dicopot jadi Ketua MK
Meski tak lagi menyandang status ketua, Anwar Usman masih berkarier sebagai Hakim Konstitusi.
Adapun seorang Hakim Konstitusi berhak memperoleh gaji dan tunjangan, sebagaimana yang diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2014.
Bukan cuma gaji, Anwar sebagai Hakim Konstitusi juga diberikan rumah negara, fasilitas transportasi, dan jaminan kesehatan.
Sayangnya, Anwar Usman tak lagi menerima gaji besar sebagai Ketua MK. Menurut yang diatur oleh PP Nomor 75 Tahun 2000, gaji Anwar Usman kala masih menyandang status Ketua MK berada di angka Rp5.040.000.
Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Suhartoyo, Gantikan Anwar Usman sebagai Ketua MK
Setelah dicopot dari jabatan menterengnya, Anwar Usman hanya digaji sebesar Rp4.200.000.
Tunjangan yang diterima Anwar juga turun hampir setengahnya yakni kini menerima Rp72.854.000, sedangkan sebelumnya kala masih menjadi Ketua MK berada di angka Rp121.609.000.
Total pendapatan yang Anwar terima kini sebagai anggota MK yakni Rp77.054.000 per bulan
Mengintip sosok pengganti Anwar Usman
Kini, ada sosok lain yang bakal menikmati privilese sebagai Ketua MK. Sosok tersebut adalah Hakim Konstitusi Suhartoyo.
Suhartoyo dipilih sebagai Ketua MK melalui Rapat Permusyawaratan Hakim yang digelar secara tertutup pada Kamis (9/11/2023) di Ruang RPH Gedung 1 Mahkamah Konstitusi.
Berita Terkait
-
Serang Balik, Anwar Usman Bongkar Borok Jimly, Mahfud MD dan Saldi Isra
-
Bantah Tudingan Anwar Usman, Mahfud MD: Tidak Ada Konflik Kepentingan
-
Okin Mantan Suami Rachel Vennya Diduga Lamar Regina Phoenix: She Said Yes
-
Mahfud MD Soal Sosok Ketua MK Suhartoyo: Teman Baik Saya Semasa Kuliah di Yogyakarta
-
Profil dan Rekam Jejak Suhartoyo, Gantikan Anwar Usman sebagai Ketua MK
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi