Lifestyle / Komunitas
Selasa, 12 Desember 2023 | 16:55 WIB
Ilustrasi bayi (freepik)

Suara.com - Belakangan ini sedang ramai di media sosial mengenai sindrom baru yang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Melansir pada akun TMI, sindrom baru ini ini diduga kuat akibat sang ibu mengonsumsi Fentanyl saat masa kehamilan.

Sebelumnya, ada sindrom yang bernama Mikrosefalus. Mikrosefali merupakan kondisi yang jarang terjadi, yaitu hanya pada sekitar 2–10 bayi per 10.000 kelahiran. Pada bayi dengan mikrosefalus, otaknya tidak berkembang dengan optimal saat masih di dalam kandungan. Akibatnya, ukuran kepala bayi menjadi lebih kecil dari yang seharusnya saat ia dilahirkan.

Selain gangguan pada masa kehamilan, mikrosefalus juga dapat terjadi akibat terhentinya perkembangan otak pada bayi setelah lahir. Pada kondisi ini, bayi terlahir dengan ukuran kepala yang normal. Namun, seiring berjalannya waktu, ukuran kepalanya menjadi lebih kecil bila dibandingkan kepala anak seusianya.

Pada kondisi itu, ada salah satu penyebab terjadinyaa sindrom ini adalah Paparan zat berbahaya pada ibu hamil, seperti logam (arsenik atau merkuri), alkohol, rokok, radiasi, atau NAPZA.

Kendati demikian, pada jenis sindrom baru ini ibu hamil diduga mengonsumi beberapa jenis obat lain. Berikut ulasannya.

10 Bayi Diperiksa dari Latar Belakang Ibu Hamil yang Aktif Mengonsumsi Narkoba

10 bayi yang diperiksa memiliki karakteristik yang mirip, termasuk ukuran kepala yang sangat kecil, hidung mengarah ke atas, dan ibu jari yang belum terbentuk sempurna.

Kesepuluh bayi tersebut lahir dari ibu yang aktif mengonsumsi beragam narkoba jalanan saat hamil, khususnya fentanyl. Penelitian ini bermula saat konselor genetik Erin Wadman menerima pasien dengan kondisi dan latar belakang ibu yang serupa

Ternyata, ia sudah beberapa kali memeriksa pasien dengan kasus yang mirip. Ia dan rekan-rekannya pun mencoba meneliti kondisi tersebut, menelaah apakah benar ada sindrom baru terkait fentanyl.

Baca Juga: Istri Denny Caknan Beberkan Penyebab Keguguran Satu Anak Kembarnya

Sindrom Baru Ini Berbeda dengan Smith-Lemli Opitz

Melihat karakteristik yang mirip, tim peneliti teringat akan Sindrom Smith-Lemli-Opitz, gangguan pertumbuhan yang juga mempengaruhi bentuk berbagai anggota tubuh serta kecerdasan intelektual.

Kendati demikian, usai diperiksa lebih lanjut, tidak ada varian genetik Smith-Lemli-Opitz pada bayi-bayi tersebut

Lantas peneliti mulai menilai bahwa kondisi 10 bayi ini kemungkinan merupakan sindrom baru yang berhubungan dengan Fentanyl hingga menyebabkan gangguan serupa dengan penyandang Sindrom Smith-Lemli-Opitz, salah satunya gangguan pertumbuhan & metabolisme kolesterol.

Di sisi lain, peniliti masih belum menyimpulkan kalau sindrom ini terjadi karena Fentanyl. Karena beberapa ibu dari bayi juga mengonsumi jenis narkoba lain.

Load More