Suara.com - Menjadi sebuah ibu, adalah sebuah berkah, petualangan, perjuangan, dan juga kebahagiaan tersendiri bagi banyak perempuan. Dalam perjalanannya, mengasuh dan membesarkan anak juga kerap kali penuh tantangan.
Dalam sebuah acara bertemakan 'Kisah Cinta Ibu', Psikolog Ajeng Raviando mengatakan bahwa mengenalkan konsep positive parenting. Ia mengatakan mengasuh anak dengan pendekatan positive parenting adalah sebuah langkah utama dalam membentuk hubungan yang sehat dan mendukung perkembangan optimal anak.
Ia juga menyarankan untuk menerapkan positive parenting hal pertama yang mesti dilakukan orangtua ialah menjadi role model yang baik, mengajari dengan teladan. Ajeng juga menyarankan bahwa untuk menjalankan positive parenting juga harus mengenali perkembangan anak.
"Orang tua juga harus terlibat dalam menghabiskan waktu yang bermakna bersama keluarga secara rutin, mengutamakan perilaku yang positif, memberikan dukungan dan apresiasi, serta menerapkan konsekuensi yang masuk akal," ujar Ajeng Raviando dalam keterangannya.
Ajeng juga menyampaikan bahwa orang tua harus menekankan sikap tegas, kedisiplinan yang konsisten, dan nilai-nilai yang ditanamkan. Melalui diskusi dan negosiasi, mereka menciptakan komunikasi yang efektif, memberikan ruang bagi pertumbuhan anak dengan memperbolehkan mereka untuk melakukan kesalahan, dan menjalankan cinta tanpa batas serta tanpa syarat.
Sebagai informasi, program ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Ibu, yang diawali dengan Instagram Reels Challenge periode 7 November – 6 Desember, dan di tutup puncaknya pada hari ini.
Dalam acara ini ada beberapa aktivitas yang menarik dan bermanfaat untuk Ibu dan anak. Ada Moms Talkshow dengan topik “Kisah Cinta Ibu, Kisah Cinta Tanpa Batas” bersama Ajeng Raviando (narasumber psikolog) dan Jessica William sebagai MC. Ada juga Kids Workshop di mana anak-anak dapat berkreasi dengan menghias bingkai yang berisi foto bersama Ibu.
Kreasi tersebut lalu dibungkus kado sebagai hadiah yang akan diberikan pada Ibu. Aktivitas ini sendiri dipilih karena dapat memberikan banyak manfaat untuk perkembangan anak, mulai dari kemampuan sensorik, motorik, kreativitas, problem-solving, dan kepercayaan diri.
"Kami berharap agar melalui acara ini Moms dapat merasakan apresiasi Lotte Choco Pie terhadap semua Moms, karena peranan sebagai Ibu sangat penting dan luar biasa!. Semoga acara ini juga dapat menginspirasi para moms dalam mewujudkan momen manis bersama buah hati yang berkualitas dan penuh cinta, lanjut Marketing Manager PT. LOTTE Indonesia, Ingen Ate Malem Meliala dalam keterangannya.
Baca Juga: 3 Tahap Menjelaskan Tentang Disabilitas ke Anak, Harus Jujur dan Lugas!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?