Suara.com - Adab musisi Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank yang mengundurkan diri dari posisi Komisaris Independen Telkom demi mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi sorotan. Publik lalu membandingkannya dengan komisaris BUMN lain yang tidak mengundurkan diri meski sudah terang-terangan mendukung capres.
Salah satu yang disorot adalah Komisaris KAI, KH Said Aqil Siradj, yang telah blak-blakan mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dikutip dari laman resmi KAI, Said Aqil menempati jabatan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen di BUMN tersebut.
Nama Said Aqil sendiri sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 ini sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama dua periode.
Tak hanya itu, Said Aqil juga memiliki profil yang sangat mentereng di bidang akademis seperti dengan menjadi Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dan Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan.
Profil mentereng ini rupanya selaras dengan riwayat pendidikan Said Aqil yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata, seperti ulasan berikut.
Riwayat Pendidikan Said Aqil
KH Said Aqil Siradj diriwayatkan pernah mengenyam pendidikan formal hingga jenjang S3. Bahkan kini dirinya juga menyandang gelar Profesor.
Said Aqil tercatat pernah mengenyam pendidikan tingkat S1 di Fakultas Ushuluddin Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Selain itu, Said Aqil juga pernah menuntut ilmu di Institut Agama Islam Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Kemudian Said Aqil melanjutkan studi pascasarjana di bidang Perbandingan Agama di Universitas Ummul Qura, Mekkah, dan lulus pada tahun 1987. Lalu Said Aqil melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam di universitas yang sama dan lulus pada tahun 1994.
Baca Juga: Sesama Komisaris Utama BUMN, Gaji Ahok di Pertamina 10 Kali Lipat Lampaui Said Aqil di KAI?
Said Aqil juga memperdalam ilmu agama Islam di Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta, Ponpes Lirboyo Kediri, serta Ponpes KHAS Kempek Cirebon. Lembaga terakhir merupakan pondok pesantren yang juga diasuh sendiri oleh Said Aqil.
Berita Terkait
-
Sesama Komisaris Utama BUMN, Gaji Ahok di Pertamina 10 Kali Lipat Lampaui Said Aqil di KAI?
-
Seberapa Tajir Said Aqil Siradj? Komisaris BUMN Dukung AMIN, Terakhir Kali Lapor Kekayaan 23 Tahun Lalu
-
Segini Gaji Said Aqil dan Ahok, Sesama Komisaris BUMN Terang-terangan Dukung Capres
-
Rekam Jejak Gemilang Said Aqil, Komisaris PT KAI Tak Mundur Usai Dukung Anies-Cak Imin
-
Begini Nasib Said Aqil Siroj di KAI Setelah Dukung Anies-Muhaimin
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Cara Membuat Passphrase Coretax Terbaru 2026, Ini Panduan Lengkapnya
-
Apa Beda Harta PPS dan Harta Investasi PPS di Coretax? Jangan Salah Isi!
-
Harga Lipstik Dior Terbaru 2026, Ini Daftar Lengkap dan Variannya
-
5 Rekomendasi Lip Tint yang Bagus dan Tahan Lama untuk Bibir Hitam
-
Cara Cek Bansos PKH Lewat HP dengan Mudah dan Terbaru 2026
-
Tutorial Aktivasi Coretax Terbaru 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
-
Hari Libur dan Tanggal Merah April 2026, Simak Strategi Cuti Long Weekend
-
5 Hair Cream untuk Menata Rambut Ikal dan Kering akibat Polusi Udara
-
Langkah Mudah Login Coretax DJP Gunakan NPWP 16 Digit dan NIK
-
4 Tempat Wisata Ramah Anak di Solo untuk Mengisi Waktu Libur Panjang