Suara.com - Foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bikin publik di media sosial jadi salah fokus. Foto itu diambil usai Jokowi dan Prabowo meresmikan Graha Utama Akademi Militer di Magelang pada Senin (29/1/2024).
Foto itu turut diunggah oleh akun resmi Partai Gerindra di X. Nampak Jokowi yang memakai kemeja batik berdiri bersebelahan dengan Prabowo yang mengenakan kemeja putih. Keduanya di kelilingi para artis yang ikut diundang ke acara tersebut.
Postingan itu kemudian dibagikan ulang oleh akun @AndyHuskyyy seraya menuliskan komentarnya yang salah fokus (salfok) dengan pose jari Jokowi.
"Salfok sama jarinya Pak Jokowi " tulis akun tersebut dikutip Selasa (30/1/2024).
Bila dilihat lebih detail, tangan kanan Jokowi seperti menunjukan angka 1 dengan mengangkat jari telunjuk. Pose itu pun bikin warganet penasaran. Pasalnya di tengah masa kampanye pilpres 2024, angka 1 identik dengan capres-cawapres nomor urut 1 yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Padahal diketahui, Jokowi masih menjadi kader PDIP yang jadi partai pengusung paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Akan tetapi, anak sulungnya Gibran Rakabuming saat ini tengah jadi cawapres Prabowo Subianto yang menjadi paslon nomor urut 2.
Di sisi lain, sebagai Presiden RI, Jokowi belum pernah menyatakan secara tegas terkait dukungannya untuk Pilpres tahun ini. Meski begitu, dia mengatakan kalau presiden sebenarnya boleh memihak dan beri dukungan asalkan harus cuti.
"Jkw partai banteng 03, kampanye sama 02, jarinya 01. Makin seru," komentar akun @arixxxxx.
"Jadi dukung siapa nih? Kalo katanya boleh kampany," kata akun @sozixxxxx.
Baca Juga: Kembaran dengan Selvi Ananda, Adik Syahrini juga Punya Gantungan Tas Seharga Sepeda Motor
"Jarinya yg kiri blm kliatan. Masih surprise," kata akun @ruudxxxx.
"Kampanye terselubung," tuding akun @berlixxxxx.
Presiden Boleh Beri Dukungan Capres
Sebelumnya Jokowi menunjukkan sejumlah pasal di dalam Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menggunakan sebuah kertas besar. Penjelasan ini untuk meluruskan pernyataannya yang sempat ramai soal Presiden dan Menteri mempunyai hak untuk kampanye.
Jokowi menegaskan pernyataan yang disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1) itu untuk menjawab pertanyaan wartawan.
"Itu kan ada pertanyaan dari wartawan mengenai menteri boleh kampanye atau tidak, saya sampaikan ketentuan dari peraturan perundang-undangan," ujar Jokowi dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden seperti dikutip, Jumat (26/1/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
5 Sepatu New Balance Diskon 50 Persen di Sports Station, Gaya Kekinian Hemat Uang
-
Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?
-
Mending Cushion atau Skin Tint untuk Hasil Natural? Cek Perbedaan dan 6 Rekomendasinya
-
7 Sunscreen untuk Pria Terbaik Anti Whitecast, Wajah Natural Tanpa Belang
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
5 Pilihan Gel Moisturizer Wardah untuk Atasi Kusam hingga Breakout
-
6 Seri Puma Palermo Sedang Diskon Besar hingga Rp500 Ribu, Cek Daftar Harganya
-
Kapan Iduladha 2026? Cek Tanggal dan Jadwal Cuti Bersama Menurut SKB 3 Menteri
-
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara