Suara.com - Momen Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menangis di depan anggota dewan yang hadir dalam Rapat Kerja Kementerian Sosial dengan Komisi VII DPR RI pada Selasa (19/3/2024) menuai sorotan publik.
Diketahui, Tri Rismaharini menangis karena mendengar salah satu anggota DPR RI bercerita tentang seorang lansia berusia 90 tahun yang hidup sebatang kara tapi tak terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Salah satu pegiat media sosial, Jhon Sitorus turut menyoroti momen haru ini. Melalui akun X-nya, Jhon Sitorus menilai jika Tri Rismaharini merupakan korban dari kerakusan Presiden Joko Widodo yang haus kekuasaan.
"Tetap tegar Bu Risma, apa yang ibu alami adalah konsekuensi dari Presiden yang haus kekuasaan. Saya paham bagaimana rasanya jobdesk diurusi oleh orang yang tak berkepentingan," tulis @/Miduk17 dikutip Rabu (20/3/2024).
"Bansos yang harusnya melibatkan Bu Risma kini dicampuri oleh Presiden dan menteri yang lain yang rakus dan tamak. Terima kasih telah konsisten membela rakyat miskin. Terima kasih telah setia bersama rakyat," lanjutnya.
Sehubung dengan hal ini, menarik untuk diketahui bagaimana riwayat karier Tri Rismaharini. Berikut adalah ringkasan informasinya yang bisa disimak.
Tri Rismaharini lahir di Kediri, Jawa Timur pada 20 November 1961. Saat ini usianya sudah genap 62 tahun. Ia mengawali kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Surabaya di awal tahun 1990-an.
Beberapa jabatan strategis yang pernah dijabat oleh Tri Risma selama menjadi PNS adalah Kasi Pendataan dan Penyuluhan Dinas Bangunan Kota Surabaya tahun 2001, Kacab Dinas Pertamanan Kota Surabaya tahun 2001.
Kemudian Kabag Bina Pembangunan Kota Surabaya tahun 2002, Kabag Penelitian dan Pengembangan tahun 2005, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya tahun 2008, dan Kadin Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya tahun 2010.
Baca Juga: Beda Sikap Menkeu Sri Mulyani vs Mensos Risma saat Dicecar DPR
Kinerjanya sebagai Kadin Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya ternyata membuatnya masuk dalam jajaran calon wali kota Surabaya periode 2010-2015. Ia pun berhasil menjabat sebagai wali kota Surabaya selama dua periode, yaitu 2010 - 2015 dan 2016-2020.
Karier Tri Rismaharini kian menanjak di 2020, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang tersandung dalam kasus korupsi bantuan sosial Covid-19. Ia pun menjabat sebagai Mensos hingga saat ini.
Berita Terkait
-
Beda Sikap Menkeu Sri Mulyani vs Mensos Risma saat Dicecar DPR
-
DPR Maunya Apa? Dulu Satset Bikin UU-nya, Giliran Disuruh Pindah IKN Malah Ogah
-
Realisasi Anggaran Kemensos Lebihi 100 Persen, Risma Dibilang Aneh
-
Profil Muhammad Ali yang Bikin Mensos Risma Menangis di DPR, Bukan Orang Sembarangan
-
Detik-detik Risma Menangis, Jokowi Kena Tuduh Hamburkan Uang Rakyat Buat Gibran
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
-
Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%
-
Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu
-
Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia
-
38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi
-
Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka