Suara.com - Dalam ajaran agama Islam, memaafkan adalah hal yang dianjurkan karena Allah SWT merupakan Maha Pemaaf. Namun, dalam kehidupan nyata, terkadang beberapa orang sulit untuk memberikan maaf.
Bahkan, tak sedikit mereka yang memaafkan namun disertai embel-embel tidak ingin lagi berjumpa dengan orang tersebut. Lantas, bagaimana hukum Islam memandang hal ini?
Menjawab hal ini, Oki Setiana Dewi menjelaskan bahwa tidak ingin bertemu dengan orang yang berbuat salah meski sudah memaafkan hukumnya adalah boleh.
Hal ini bukan berarti kita memutus tali silaturahmi yang terjalin, namun lebih sebagai bentuk menjaga diri agar tidak teringat hal yang menyakitkan di masa lalu.
“Tentu saja tidak mudah jika ada orang yang menyakiti kita, melukai kita, dan kemudian kita minta kepada Allah untuk bisa memaafkan. Kita maafkan, tapi tidak mudah untuk terus memandang wajahnya. Jadi kita memilih untuk menjauh darinya. Lalu bolehkah? Boleh,” kata Oki Setiana Dewi dalam potongan video yang diunggah akun Tiktok @rizal_hijrah06.
“Yang penting dalam kehidupan kita adalah kita memaafkan, hati kita lapang. Adapun kita menjaga jarak dengannya, bukan memutuskan tali silaturahmi, melainkan untuk menjaga diri kita untuk tidak teringat kembali dengan hal-hal yang menyakiti,” sambungnya.
Hal ini pernah terjadi pada kisah Nabi Muhammad SAW yang sulit memaafkan sosok Wahsyi yang membunuh pamannya, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahuanhu saat Perang Uhud.
Ketika Wahsyi menuju ke jalan Allah SWT dan masuk Islam, Rasulullah sudah memaafkannya. Namun, beliau meminta agar tidak melihat wajah Wahsyi sebab menghindari teringat kembali luka lama.
“Ketika melihat paman Beliau wafat itu tentu rasa sedih yang luar biasa dirasakan oleh Rasulullah SAW. Rasul memaafkan Wahsyi karena Islam mengajarkan untuk memaafkan orang-orang yang telah melukai hati kita. Namun Rasul tidak sanggup memandang wajah Wahsyi lagi. Setiap kali melihat Wahsyi, teringat kisah saat Perang Uhud,” jelas Oki Setiana Dewi.
Baca Juga: Hidup di Dua Alam, Kepiting Halal atau Haram? Begini Jawaban Ustaz Dennis Lim
Oleh sebab itu, memaafkan seseorang adalah hal yang dianjurkan. Namun, jika tidak ingin melihat orang yang berbuat salah itu kembali, maka diperbolehkan. Hal ini sebagai cara melindungi hati dan psikologis agar tetap merasa baik-baik saja. Menghindar melihat wajah ini juga sebagai cara untuk menjaga diri dari rasa sakit yang bisa mengakibatkan hal buruk.
“Masalah jaga jarak bukan berarti adalah tidak memaafkan, itu jauh berbeda. Masalah jaga jarak ini untuk lebih melindungi hati kita, psikologis kita untuk tetap merasa baik-baik saja, khawatir kalau terus bertemu maka timbul rasa sakit dan itu akan mengakibatkan hal yang buruk dalam pertemanan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123