Suara.com - Raja Charles III baru-baru ini merilis potret resmi dirinya dalam bentuk lukisan yang dibuat oleh seniman Jonathan Yeo. Namun, lukisan itu menuai pro kontra di publik. Bahkan pengamat kerajaan menyebut lukisan itu “mengganggu.”
Potret tersebut menggambarkan Charles mengenakan seragam Pengawal Welsh. Seragam itu ia kenakan saat diangkat menjadi Kolonel Resimen pada tahun 1975, dan diresmikan di Ruang Gambar Biru di Istana Buckingham.
“Merupakan suatu kehormatan dan kesenangan telah ditugaskan oleh The Drapers’ Company untuk melukis potret Yang Mulia Raja ini, yang pertama kali diresmikan sejak Penobatannya,” kata Yeo, dalam kutipan yang dibagikan di Instagram resmi keluarga kerajaan.
“Saat saya memulai proyek ini, Yang Mulia Raja masih tetap Yang Mulia Pangeran Wales, dan seperti kupu-kupu yang saya lukis melayang di atas bahunya, potret ini telah berkembang seiring dengan perubahan peran subjek dalam kehidupan publik kita.
Yeo menambahkan, “Saya melakukan yang terbaik untuk menangkap pengalaman hidup dan kemanusiaan yang terukir di wajah setiap pengasuh, dan saya berharap itulah yang telah saya capai dalam potret ini. Untuk mencoba mewujudkan hal tersebut bagi Yang Mulia Raja, yang memegang peran unik, merupakan tantangan profesional yang luar biasa, dan saya sangat menikmatinya dan sangat saya syukuri.”
Para komentator tidak menyukai potret tersebut, yang menampilkan Charles yang tampak seperti hantu dengan latar belakang merah.
“Apakah lukisan pertama mewakili semua darah di tangannya?” salah satu pemberi komentar bertanya.
“100% mengira ini sindiran,” tulis penggemar lain yang tidak terkesan.
Penonton lainnya merenung, “Saya akan menyukai ini jika warnanya selain merah. Dia benar-benar menangkap esensi dirinya di wajahnya, tetapi kerasnya warna merah tidak sesuai dengan kelembutan ekspresinya.”
Baca Juga: Teori-Teori Siksa Kubur dari Netizen Dibacain Joko Anwar, Membagongkan!
“Maaf, ini sedikit menyeramkan” komentar pengamat kerajaan lainnya, sementara yang lain berkata, “Maaf, tapi potretnya terlihat seperti dia berada di neraka.”
Pengamat kerajaan lainnya mengatakan bahwa lukisan itu terlihat “sedikit mengganggu” dan “seperti dia sedang mandi darah” dan “seperti dia terbakar di neraka.”
Potret tersebut — yang pada akhirnya akan digantung di Drapers’ Hall — dibuat pada tahun 2020 untuk merayakan 50 tahun Pangeran Wales sebagai anggota The Drapers’ Company pada tahun 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?
-
9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Elegan dan Anti Air yang Awet
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran
-
Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung
-
10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya
-
Jadwal Operasional Kantor Pos dan Ekspedisi Pasca Lebaran 2026