Suara.com - Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban identik dengan hidangan menu berbahan dasar daging sapi dan daging kambing. Namun tak jarang, sebagian orang merasa pusing setelah makan olahan berbahan daging apalagi yang memiliki riwayat darah tinggi dan kolesterol. Pertanyaannya, kenapa habis makan daging pusing?
Biasanya, daging kurban akan diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat, mulai dari rendang, semur, sate, tongseng, gulai, soto dan lain sebagainya. Berbagai olahan ini terasa sangat nikmat apalagi jika dimakan bersama-sama keluarga atau teman.
Diketahui daging sapi dan kambing mengandung protein tinggi sehingga baik dikonsumsi dalam jumlah yang cukup untuk mengoptimalkan kerja daya tahan tubuh. Akan tetapi, bagi sebagian orang, konsumsi daging merah justru bisa menimbulkan efek samping yang memengaruhi daya tahan tubuh, seperti sakit kepala dan pusing.
Penyebab Pusing Habis Makan Daging
Kepala yang terasa pusing setelah makan daging adalag salah satu kondisi yang cukup sering dialami oleh beberapa orang. Ada sejumlah kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang pusing usai makan daging, misalnya:
1. Alergi Daging
Penyebab pertama kepala terasa pusing setelah makan daging kambing atau sapi karena alergi daging. Kondisi tersebut terjadi karena tubuh menghasilkan senyawa kimia bernama histamin secara berlebihan beberapa saat setelah mengonsumsi daging merah, di mana senyawa kimia ini bisa menyebabkan gejala berupa sakit kepala atau pusing.
Tak sampai di situ, alergi daging biasanya juga disertai dengan beberapa gejala lain, seperti mual, mutah, bersin-bersin, kulit gatal, kulit kemerahan, hingga urtikaria atau biduran.
2. Keracunan Makanan
Makan olahan daging yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh bakteri, seperti Salmonella, Listeria, atau E. coli, bisa berisiko membuat seseorang mengalami keracunan makanan. Kondisi tersebut biea ditandai dengan gejala berupa sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, hingga diare.
Bila seseorang mengalami keracunan usai mengonsumsi daging maka mereka memerlukan penanganan yang tepat dan segera. Sebab jika tidak segera ditangani maka bisa berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti dehidrasi sampai sindrom uremik hemolitik.
3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Kandungan lemak jenuh dan garam yang cukup tinggi dalam olahan daging merah diketahui bisa meningkatkan kadar kolesterol hingga penumpukan cairan di pada tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih.
Baca Juga: 10 Pantangan Setelah Makan Daging Sapi dan Kambing, Jangan Minum Es Teh!
Jika kondisi ini dibiarkan, maka kolesterol bisa memicu penumpukan plak lemak sehingga membuat penyempitan pada pembuluh darah. Tak hanya itu, kadar garam yang tinggi dalam tubuh juga dapat memicu peningkatan jumlah cairan tubuh pada sirkulasi darah sehingga bisa jadi penyebab tekanan darah. Kondisi ini yang kemudian membuat orang mengalami hipertensi yang menimbulkan gejala sakit kepala usai mengonsumsi daging secara berlebihan.
4. Efek Samping Tiramin
Penyebab kepala pusing habis makan daging kambing, sapi, atau daging merah selanjutnya karena efek samping tiramin. Diketahui tiranium merupakan senyawa yang banyak ditemukan dalam sumber protein hewani dan nabati melalui proses pengolahan sebuah makanan.
Titanium sendiri diketahui bisa memicu produksi hormon epinefrin di dalam tubuh. Hingga detak jantung dan tekanan darah bisa meningkat dan dapat memicu migrain, hipertensi, atau penyakit jantung.
5. Kelainan Sendi Temporomandibular (TMJ)
Daging merah biasanya memiliki struktur dan konsistensi yang padat dan agak kenyal. Sehingga, ketika mengunyah dibutuhkan usaha yang lebih. Hal ini bisa memengaruhi struktur dan fungsi sendi Temporomandibular atay TMJ, sehingga bisa terjadi dislokasi sendi yang membuat nyeri pada kepala.
Bahaya Setelah Makan Daging dalam Jumlah Berlebih
Segala sesuatu yang dikonsimsi secara berlebihan tentunya tidak baik bagi tubuh. Begitu pula dengan konsumsi daging merah yang sebetulnya menyehatkan, bisa jadi berisiko bila berlebihan. Terutama jika yang dikonsumsi merupakan daging olahan.
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi daging merah dalam jumlah banyak bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Para ahli juga percaya jika hubungan antara konsumsi daging merah dan penyakit jantung banyaj disebabkan karena lemak jenuh yang terkandung di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
-
Ramalan Keuangan Zodiak 24 Januari 2026, Ini 4 Zodiak Paling Hoki di Akhir Pekan
-
Lula Lahfah Sakit Apa? Polisi Temukan Surat Rawat Jalan di Kamar Apartemen
-
Awal Puasa Muhammadiyah 2026 Sudah Ditetapkan 18 Februari, Kok Bisa Tahu Jauh-jauh Hari?
-
Micellar Water Perlu Dibilas? Ini 5 Produk yang Murah dan Bagus di Bawah Rp50 Ribu
-
Siapa Nama Asli Lula Lahfah? Ini Biodata dan Agama Pacar Reza Arap
-
Terpopuler: Rekomendasi Suncreen Anti Abu-Abu, Kandungan Skincare yang Perlu Dihindari
-
Mau Cari Inspirasi Bisnis Kuliner? Pameran Makanan dan HoReCa Bakal Hadir Akhir 2026
-
Tak Keluar Rumah, Tetap Berpenghasilan: Cara Ibu Rumah Tangga Jadi Mandiri Finansial
-
Hemat Nonton Konser Padi Reborn 2026, Ada Diskon Tiket hingga Rp 200 Ribu