Suara.com - Sosok Guru Gembul menuai sorotan di tengah-tengah perseteruan panas Rhoma Irama dan Habib Bahar bin Smith. Hal ini ditengarai karena ia blak-blakan menyebut Habib Bahar sebagai ulama gadungan.
Pernyataan ini dilontarkan Guru Gembul di salah satu konten YouTube-nya akhir tahun lalu. Kala itu, ia menyoroti Habib Bahar yang gelagapan saat diminta membaca Arab Gundul di podcast Refly Harun.
Perkataan Guru Gembul ini kini kembali menuai sorotan. Sosoknya pun saat ini sedang dicari-cari publik, tak terkecuali dengan riwayat pendidikannya. Berikut adalah ulasannya.
Riwayat Pendidikan Guru Gembul
Guru Gembul dikenal sebagai seorang influencer oleh masyarakat luas. Ia dirumorkan memiliki nama asli Jafar Rohadi. Nama Guru Gembul sendiri muncul karena perawakan tubuhnya.
Hal ini pernah blak-blakan diungkap Guru Gembul ketika menjadi bintang tamu di konten YouTube COKRO TV yang dipandu Ade Armando beberapa hari yang lalu.
"Kalau Guru Gembul kenapa gembul?" tanya Ade Armando.
"Ya bisa terlihat lah," jawab Guru Gembul.
Terlepas dari profesinya sebagai influencer, Guru Gembul juga bekerja sebagai pengajar. Ia pernah mengajar di salah satu sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Kota Bandung.
Baca Juga: Terbongkar! Habib Bahar Gunakan Hadis Palsu untuk Bela Silsilah Keturunan Nabi
Guru Gembul dalam salah satu podcast pernah membeberkan jika dahulu ia merupakan seorang guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
Terkait dengan pendidikan, Guru Gembul lulus dari bangku SMA pada tahun 2003. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Guru Gembul merupakan alumni jurusan kependidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal ini terungkap dari unggahan akun Facebook Ikatan Alumni UPI.
Sebelum akhirnya berkuliah jurusan keguruan di UPI, Guru Gembul pernah memiliki keinginan untuk berkuliah di Jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjajaran (UNPAD).
Sayang, keinginan tersebut tak bisa terwujud karena biaya kuliah di UNPAD tergolong mahal. Sementara itu, kondisi keuangan keluarganya saat itu belum begitu berkecukupan.
"Ketika saya masuk universitas, yang saya percaya itu akan mengantarkan saya kepada jenjang yang saya maksud itu, enggak kuat membiayainya karena ekonomi kita belum kuat-kuat amat," jelas Guru Gembul.
"Ya itu Ilmu Pemerintahan, saya enggak sebut universitas, inisialnya aja ya Unpad. Cuma pada waktu itu terlalu mahal untuk orang tua saya. Jadi ya sudah saya tahu diri, saya cari yang SPP-nya lebih rendah daripada itu," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Terbongkar! Habib Bahar Gunakan Hadis Palsu untuk Bela Silsilah Keturunan Nabi
-
Siapa Guru Gembul? Sosok Jafar Rohadi Tegas Sebut Habib Bahas bin Smith Ulama Gadungan
-
Profil dan Pendidikan Guru Gembul, Berani Sebut Bahar bin Smith Ulama Gadungan
-
Tak Hanya Habib Bahar bin Smith, 4 Figur Ini Juga Pernah Berseteru dengan Rhoma Irama
-
Buku Merah Kiai Imaduddin Pernah Bikin Rizieq Shihab Ngamuk: Lu Belajar di Kandang Kebo!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard