Suara.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto membuat program makan siang gratis dan diketahui siap direalisasikan tahun 2025 mendatang. Janji ini memang hingga kini masih terus menjadi topik perbincangan hangat.
Baru-baru ini, politisi PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga buka suara soal makan siang gratis. Dalam wawancara bersama Najwa Shihab beberapa waktu lalu, ia mengungkap caranya mewujudkan program tersebut versi dirinya.
Atas dasar itu, cara Prabowo mewujudkan programnya ini juga kembali disorot. Sebab, ada perbedaan bak bumi dan langit dari cara mereka masing-masing. Lantas, seperti apa bedanya? Berikut rangkumannya.
Versi Prabowo
Begitu terpilih menjadi pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto mengaku siap merealisasikan program makan siang gratis. Adapun salah satunya dengan mengevaluasi subsidi energi baik BBM maupun LPG 3 kg.
Dalam proposal kebijakan pertamanya, Prabowo memang menargetkan alokasi subsidi energi untuk mendanai sebagian janji kampanyenya tersebut. Ini disesuaikan selama 2-3 bulan setelah resmi dilantik.
Di sisi lain, Prabowo mempelajari budaya pemberian makan siang gratis di sekolah yang ada di Beijing, China, pada Selasa (2/4/2024). Hal tersebut dilakukan saat kunjungan kenegaraan ke China sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
Di sana, Prabowo pun melihat kantin sekolah yang menyediakan berbagai menu makan siang gratis untuk para siswanya. Ia mengatakan makan siang yang disediakan pihak sekolah di sana bersih dan bergizi.
Prabowo mengganti nama programnya itu dari 'makan siang gratis' menjadi 'makan bergizi gratis untuk anak-anak'. Perubahan ini dilakukan agar mereka tak perlu menunggu siang hari untuk makan makanan bergizi.
"Saya ingin sedikit koreksi ya. Setelah kita pelajari, ternyata istilah tepat itu makan bergizi gratis untuk anak-anak. Karena kalau anak sekolah dasar umpamanya masuk pagi, dia kalau nunggu makan siang kan terlalu lama. Jadi harus makan pagi. Ya kan?" kata Prabowo pada 23 Mei 2024 lalu.
Kini diketahui bahwa anggaran program makan bergizi gratis untuk anak sekolah diperkirakan sebesar Rp 71 triliun. Dana ini disebut-sebut bakal masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 mendatang.
Versi Ahok
Dalam sebuah wawancara bersama Najwa Shihab, Ahok ikut buka suara soal program makan gratis yang digaungkan Prabowo-Gibran. Menurutnya, kementerian terkait tidak perlu memikirkan anggarannya.
"Ini makan siang gratis yang beneran, kementerian enggak usah mikirin anggaran gitu loh. Saya bilang kalau saya kasih usul. Makanannya pasti bergizi," kata Ahok melansir tayangan Narasi TV, Selasa (8/7/2024).
Ahok juga mengatakan bahwa ada rekan sesama pemerintah yang mengeluhkan pengaturan makan siang gratis. Ia pun menyarankan agar program tersebut disalurkan berupa uang kepada para orang tua.
Berita Terkait
-
Kala Gus Kautsar Puji Kecantikan Titiek Soeharto: Pantas Presiden Terpilih Nggak Mampu Berpaling ke Lain Hati
-
Kasus Pembunuhan Vina dan Eky: Praperadilan Pegi Setiawan Dikabulkan, Apa Kata Kapolri?
-
Bebas Malam Ini, Pegi Setiawan Sebut Nama Jokowi dan Prabowo, Ada Apa?
-
Cara Jalan Prabowo Usai Operasi Kaki Disorot Publik: Bapak Terlihat Segar
-
Prabowo Kasih Nilai Jersey Karya Didit Buat Olimpiade: Bagus Sih..
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis