Suara.com - Prabu Revolusi resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Senin, 19 Agustus 2024. Prabu Revolusi dikenal sebagai seorang jurnalis senior yang kemudian memutuskan untuk terjun ke dunia politik sebagai politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Pria yang sering muncul di layar televisi sebagai pembawa berita ini sempat menjadi sorotan setelah ia diberhentikan dari tim pemenangan nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Pemberhentian Prabu dari TPN terjadi setelah ia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam Pilpres 2024.
Sebagai Dirjen IKP, Prabu akan menerima gaji yang berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Jumlah tersebut dapat bertambah tergantung dari tunjangan kinerja dan jabatan struktural yang diterimanya, yang secara signifikan bisa meningkatkan pendapatan.
Bagaimana jejak pendidikan dan karier Prabu Revolusi hingga ke posisi ini? Ikuti terus informasi lebih lanjut di sini.
Jejak Pendidikan dan Karier Prabu Revolusi
Prabunindya Revta Revolusi, yang lebih dikenal sebagai Prabu Revolusi, lahir di Bandung pada 16 Juni 1980. Prabu, suami dari aktris Zee Zee Shahab, memulai karirnya sebagai jurnalis setelah menyelesaikan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Teknik Fisika tahun 2005.
Untuk memperkuat landasan pendidikannya, Prabu melanjutkan ke jenjang S2 dengan mengambil jurusan politik dan komunikasi di Universitas Paramadina. Pada tahun 2017, ia berhasil meraih gelar Magister Komunikasi Politik.
Di tahun yang sama, Prabu juga memutuskan untuk melanjutkan studi doktoral di Universitas Sahid Jakarta, yang berhasil ia selesaikan pada tahun 2022 dengan gelar Doktor Ilmu Komunikasi dan Studi Media.
Sekitar tiga tahun setelahnya, Prabu mulai meniti karir sebagai pembawa acara untuk beberapa program berita yang ditayangkan di Metro TV. Karirnya sebagai jurnalis semakin cemerlang ketika ia bergabung dengan RTV, di mana ia memegang beberapa posisi penting seperti Pembawa Acara Utama, Produser Eksekutif, dan Wakil Ketua Divisi Kreatif Berita.
Pada tahun 2015, pria yang lahir di Bandung ini diakui sebagai jurnalis senior, dan ia kemudian bergabung dengan CNN Indonesia sebagai news anchor. Pada 2019, ia dipromosikan menjadi Manajer Pengayaan Konten Digital di CNN Indonesia. Setelah mengundurkan diri dari CNN Indonesia, Prabu dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hingga Juli 2021.
Baca Juga: Prabu Revolusi Resmi Jabat Dirjen IKP Kominfo, Dihubungi 2 Hari Sebelum Ditunjuk
Setelahnya, Prabu beralih ke MNC Media dan semakin tertarik untuk bergabung dengan Partai Perindo yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo. Namun, karirnya di MNC Group berakhir setelah ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran.
Selain karirnya di bidang jurnalistik dan politik, Prabu juga pernah tampil dalam beberapa film seperti "Dear Nathan: Thank You Salma" (2022) dan "Kamu Tidak Sendiri" (2022). Sebelum diangkat sebagai Dirjen IKP Kominfo, Prabu sudah menunjukkan bakatnya dalam dunia akting.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal