Suara.com - Selebtwit sekaligus komika Zarry Hendrik sempat menarik perhatian publik usai terang-terangan membela Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu. Zarry bahkan sampai dituding sebagai admin kocak media sosial Partai Gerindra.
Dulu pendukung 02, kini Zarry kritik balik Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo-Giran. Hal ini terkait dengan Baleg DPR RI yang menganulir keputusan MK terkait RUU Pilkada.
"Kami pendukung Bapak Prabowo telah berjuang untuk kemenangan Bapak Prabowo di Pilpres 2024, dan itu perjuangan yang tidak mudah," ujar Zarry di akun X miliknya, Kamis (22/8/2024).
"Kami telah menanggung maki demi maki, cibir demi cibir, dan hardik demi hardik, yang bahkan kami bertanya-tanya, apakah para elit di atas sana melihat kami sudah menanggung semua itu, bahkan sebagian di antara kami menanggungnya dari sejak pilpres 2014," imbuhnya.
Zarry mengaku bersyukur atas kemenangan Prabowo. Kendati demikian ia menyayangkan DPR yang ia sebut ingin menghambat proses demokrasi dengan merevisi UU Pilkada dan menganulir putusan MK.
Lebih lanjut Zarry memberikan pesan pada KIM bahwa menganulir putusan MK sudah beda jalan dengannya.
"Wahai para tua-tua di KIM, sampaikan pada para anggota fraksi partai kalian, bahwa upaya menganulir putusan MK sudah menjadi upaya yang berbeda dengan perjuangan kami," ujar Zarry.
"Bukankah DPR tidak berupaya menganulir putusan MK waktu itu, sehingga dapat memuluskan pencalonan Gibran? Sekarang putusan MK untuk Pilkada memuluskan mereka yang ingin maju sebagai penantang usungan koalisi sebesar kalian, lalu jadi takut kalahkah kalian?" imbuhnya.
Zarry juga menyentil KIM yang seolah hanya berani usung Ridwan Kamil tanpa kompetitor sepadan. Ia juga berpesan pada Prabowo untuk waspada dengan politisi sekitarnya.
"Bapak Prabowo, kalimat ini ada di buku Bapak: 'Dari 15 orang yang saya temui di politik, 14 orang bicara kebohongan.' Ingat selalu akan itu, ya, Pak. Waspada," ungkap Zarry.
Baca Juga: Tutup Munas, Bahlil Lahadalia Ungkit Jasa Golkar kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto
"Akhir kata, di pilpres kemarin saya pendukung 02, dan saya menolak upaya penganuliran oleh DPR terhadap putusan MK yang final; mendesak DPR untuk bertindak arif dan bijaksana terhadap putusan tersebut," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Di Tengah Krisis Ikim, Mahasiswa Engineering Didorong Hadirkan Solusi Lingkungan Berkelanjutan
-
Pendidikan Aksa Uyun, Anak Soimah yang Sudah Jadi Direktur di Usia Muda
-
5 Fakta Celyna Grace Finalis Indonesian Idol 2026, Dijuluki The Next Rossa
-
6 Compact Powder Murah tapi Bagus untuk Usia 40an, Wajah Nampak Halus Bebas Kilap
-
5 Rekomendasi Cushion Lokal Alternatif Cushion YSL, Makeup Awet dan Harga Terjangkau
-
Harta Kekayaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ayah Bupati Bintan Roby Kurniawan
-
9 Potret Fasilitas Pendopo Tulungo Milik Soimah, Harga Sewanya Segini?
-
5 Serum untuk Menghilangkan Bekas Jerawat Membandel Demi Wajah Kembali Glowing
-
12 Cara Manifestasi Berdasarkan Zodiak untuk Membantu Mewujudkan Keinginan
-
Berapa Harga Lipstik Hanasui yang Asli? Ini Cara Membedakan dengan KW