Suara.com - Peristiwa G30S PKI merupakan salah satu sejarah kelam yang tidak akan dilupakan oleh rakyat Indonesia. Kejadian ini menyebabkan tewasnya sejumlah perwira tinggi TNI. Siapa saja tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini? Berikut adalah daftar tokoh utama serta para korban yang gugur dalam peristiwa tersebut.
Perlu diketahui, G30S PKI adalah sebuah kudeta atau pemberontakan yang dilakukan oleh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan tujuan mengganti ideologi negara Indonesia. Pemberontakan ini bertujuan untuk menempatkan kepentingan PKI di atas ideologi Pancasila. Lantas, siapa sajakah tokoh utama dalam Gerakan 30 September?
Tokoh Utama dalam Gerakan 30 September
Berikut beberapa tokoh kunci yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September:
1. D.N. Aidit
Dipa Nusantara Aidit adalah salah satu tokoh utama di balik peristiwa ini. Sebagai Ketua Umum Partai Komunis Indonesia (PKI), ia dituduh sebagai otak dari peristiwa G30S. Di bawah kepemimpinannya, PKI menjadi partai terbesar ketiga di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok.
Saat pemerintahan Orde Baru dipimpin oleh Jenderal Soeharto, versi resmi yang disampaikan menyebutkan bahwa PKI berada di balik pemberontakan ini, dan Aidit sebagai tokoh utama. Aidit melarikan diri, namun akhirnya ditangkap di Solo dan dieksekusi oleh militer.
2. Syam Kamaruzaman
Syam Kamaruzaman adalah Ketua Biro Khusus PKI, yang juga disebut-sebut sebagai salah satu penggerak utama dalam kudeta ini. Biro Khusus PKI bertugas menyusun rencana kudeta, termasuk menyusup ke dalam tubuh militer. Setelah peristiwa G30S, ia tertangkap dan dihukum mati pada tahun 1986.
Baca Juga: Menilik Apa Itu Gerwani dan Sejarahnya dengan Gerakan 30 September
3. Letkol Untung Syamsuri
Letnan Kolonel Untung adalah salah satu aktor penting dalam gerakan ini. Sebagai komandan Batalyon Cakrabirawa, ia diduga bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira tinggi militer. Ia kemudian ditangkap dan dieksekusi pada tahun 1966.
Korban Peristiwa Gerakan 30 September
Selain tokoh-tokoh yang terlibat, peristiwa ini juga menyebabkan gugurnya sejumlah pahlawan revolusi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Lahir di Kebumen, Sutoyo ditemukan tewas di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965. Ia dibunuh karena dianggap menentang rencana PKI.
2. Mayjen TNI D.I Panjaitan
Mayjen Panjaitan adalah salah satu perwira militer yang memiliki karier cemerlang, termasuk diangkat sebagai Asisten IV Menteri Panglima Angkatan Darat. Ia gugur pada 1 Oktober 1965 akibat kudeta ini.
3. Letjen TNI R. Soeprapto
Raden Soeprapto adalah salah satu korban PKI karena menolak rencana pembentukan Angkatan Kelima. Ia gugur pada 1 Oktober 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
4. Jenderal TNI Ahmad Yani
Jenderal Yani, yang pernah berperan dalam pemberantasan PKI pada tahun 1948, juga menjadi salah satu korban dalam peristiwa ini.
5. Letjen TNI M.T. Haryono
Letjen M.T. Haryono, seorang perwira yang juga dikenal sebagai ahli bahasa, gugur dalam peristiwa ini.
6. Letjen TNI S. Parman
Siswondo Parman adalah perwira intelijen yang juga gugur karena mengetahui rencana rahasia PKI.
7. Kapten Pierre Andries Tendean
Tendean, yang saat itu menjadi ajudan Jenderal A.H Nasution, dibunuh karena keliru disangka sebagai sang jenderal.
8. Brigjen Katamso
Brigjen Katamso, yang sebelumnya bertugas menumpas pemberontakan PRRI, juga menjadi korban dalam peristiwa G30S PKI.
9. AIP II Karel Satsuit Tubun
Tubun, seorang anggota kepolisian, tewas saat berusaha melawan pasukan G30S yang menyerang kediaman Jenderal A.H. Nasution.
10. Kolonel Sugiyono
Kolonel Sugiyono ditangkap dan dibunuh oleh pasukan G30S, dengan jasadnya baru ditemukan beberapa minggu setelah peristiwa tersebut.
Demikianlah para tokoh dan korban dalam peristiwa G30S PKI yang menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan dan ideologi negara.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
-
Mending On Cloud atau Asics Buat Lari? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Terbaiknya
-
Melihat Karya Ikonik Mendiang Hengki Kawilarang, Desainer Langganan Syahrini hingga Krisdayanti
-
Kekayaan Pinkan Mambo yang Viral Live Ngamen di Pinggir Jalan
-
5 Cushion Wardah yang Murah dan Awet untuk Makeup Flawless Seharian
-
Salah Pilih Sampo Bisa Berujung Rambut Kusam: Ini Pentingnya Teknologi Perawatan Kulit Kepala
-
7 Fakta Film Dilan ITB 1997, Kapan Tayang di Bioskop Indonesia?
-
Usai Lebaran, Ini Cara Cerdas Mengisi Kembali Kebutuhan Tanpa Bikin Dompet Menipis
-
7 Sunscreen SPF 50 untuk yang Sering Beraktivitas Outdoor, Anti Perih dan Kusam
-
Daftar Harga Sunscreen Azarine Terbaru April 2026, Mulai Rp30 Ribuan