Suara.com - Publik dibuat terkejut dan tak terima kala mengetahui besaran gaji seorang asisten stafsus atau staf khusus kepresidenan.
Adapun sosok bernama Yasmin Nur yang diketahui sebagai seorang asisten stafsus sempat bersitegang dengan warganet lain yang ia nilai menyepelekan tugas seorang asisten stafsus.
Yasmin bahkan menantang orang tersebut untuk bekerja di bawahnya sebagai seorang pembantu asisten stafsus.
Ternyata, gaji seorang pembantu asisten stafsus bisa mencapai puluhan juta sebagaimana yang diungkap oleh Yasmin.
"Halo buzzer spicy mau direkrut jadi pembantu asisten gue nggak? Negara gaji 23 juta," cuit Yasmin.
Usai cuitan tersebut viral, publik tak terima lantaran asisten stafsus dan pembantu asisten stafsus tak memberikan kontribusi apa-apa ke negara.
Bahkan, ada yang menyayangkan gaji guru kalah jauh dengan gaji para pejabat seperti asisten stafsus.
"Padahal tidak ada kontribusinya tapi gajinya lebih gede dari pada guru dan dosen," bunyi cuitan seorang warganet yang kemudian dibalas dengan cuitan senada.
Lantas, berapakah gaji seorang asisten stafsus?
Baca Juga: Jejak Digital Asisten Stafsus Presiden, Yasmin Nur Ngaku Bisa Penjarakan Orang Lewat Opsus
Gajinya salip guru dan dosen
Tak heran jika publik memberi reaksi yang kontra terhadap gaji seorang asisten stafsus.
Sebab, asisten stafsus seperti Yasmin Nur bisa menerima gaji puluhan juta Rupiah sedangkan masih banyak guru di Indonesia yang belum bisa mendapatkan gaji layak.
Gaji seorang asisten stafsus diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 144 Tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten, Dan Pembantu Asisten.
Mengutip Perpres tersebut, diketahui gaji seorang asisten stafsus bisa mencapai Rp32.500.000 alias Rp32,5 juta.
Sedangkan untuk seorang pembantu asisten stafsus bisa menerima gaji sebesar Rp19.500.000 atau Rp19,5 juta, di bawah gaji yang diungkap oleh Yasmin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi