Suara.com - Kasus penelantaran anak masih menjadi masalah sosial di Indonesia dan tak kunjung teratasi, salah satunya di daerah Jawa Barat. Pada tahun 2019 KemenPPPA mencatat sebanyak 22.122 bayi terlantar, dan angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara provinsi lain baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.
Menanggulangi masalah tersebut pemerintah telah menargetkan penurunan jumlah anak dan bayi terlantar sejak 2019 hingga tahun 2025 mendatang. Meskipun demikian, masih diperlukan upaya penanganan yang sistematis dan terintegrasi serta diperlukan dukungan, juga kerja keras bersama dalam menyelesaikan permasalahan pengasuhan tidak layak pada anak di Indonesia.
Tak hanya itu, peran masyarakat juga sangatlah krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Hal itu karena masyarakat memiliki kedekatan yang lebih erat dengan keluarga dan anak-anak di lingkungannya. Ini memungkinkan masyarakat untuk lebih cepat mendeteksi tanda-tanda awal penelantaran anak dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Dilatarbelakangi oleh kasus tersebut, SOS Children's Villages Indonesia mengadakan misi kebaikan dengan menyelenggarakan acara lari charity ultra-marathon, Run to Care. Sukses digelar pada tanggal 9-11 Agustus 2024 lalu, acara ini berhasil mengumpulkan donasi yang sangat berarti untuk mendukung program pengasuhan 157 anak dalam naungan SOS Children's Villages di Lembang.
Run to Care adalah acara lari charity ultra-marathon yang bertujuan untuk menggalang dana bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua. Melalui kegiatan ini, SOS Children's Villages Indonesia ingin mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan dukungan dan harapan bagi masa depan anak-anak.
Selama tiga hari yang penuh semangat, 304 pelari offline telah berlari melintasi lima kota dan kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, 292 pelari virtual juga turut berpartisipasi dengan semangat yang sama, menunjukkan kepedulian mereka terhadap generasi masa depan Indonesia.
Ratusan pelari offline dan virtual telah berhasil mengumpulkan dana melalui platform Kitabisa.com sejak tanggal 20 Juni - 31 Agustus 2024 dan berhasil mengajak 9.067 donatur untuk menghimpun dana sebesar Rp 2.055.342.229 yang akan mendukung biaya pengasuhan, pendidikan dan kesehatan anak-anak dalam pendampingan SOS Children’s Villages Indonesia. Donasi yang telah dikumpulkan, diserahkan oleh 15 perwakilan pelari Run to Care kepada SOS Children’s Villages secara simbolis pada hari Sabtu, 7 September 2024 di tempat finish Run to Care 2024 Bandung – Lembang yaitu di SOS Children’s Village Lembang.
Gregor Hadi Nitihardjo selaku National Director SOS Children’s Villages Indonesia menyebut para pelari itu sebagai Pejuang Anak. Bukan hanya karena donasi yang berhasil dikumpulkan, tapi juga karena semangat dan cinta kasih yang tidak pernah padam untuk anak-anak Indonesia.
"Janji kami untuk rekan-rekan semua, untuk para donatur dan pelari, kami akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Kalaupun mungkin dulu mereka pernah mengalami situasi yang sulit, di sini mereka harus mendapatkan yang terbaik dari proses pertumbuhan itu sendiri. Terima kasih telah memberikan kami kesempatan untuk melakukan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” pungkasnya.
Baca Juga: Ulasan Buku Duel Orang Tua dan Anak, Mengupas tentang Inner Child dan Luka Pengasuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Bagus di Official Store Shopee, Solusi Instan Tutupi Uban
-
Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka
-
Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
-
My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan
-
11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil
-
Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU
-
Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor
-
Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?