Suara.com - Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, serta mendukung fungsi otot dan sistem kekebalan. Namun, mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan juga bisa berdampak negatif pada kesehatan.
Banyak orang yang menjalani pola makan tinggi protein tidak menyadari bahwa asupan yang mereka konsumsi mungkin sudah berlebihan.
Salah satu tanda bahwa tubuh menerima terlalu banyak protein adalah sering merasa ingin buang air kecil. Ini terjadi karena ginjal hanya mampu memproses sejumlah protein dalam satu waktu, sehingga limbah protein menumpuk dan menciptakan lingkungan asam dalam tubuh.
Menurut studi dalam jurnal Nefrología pada 2019, penumpukan limbah yang berlebihan dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil.
Selain itu, produksi asam yang meningkat akibat konsumsi protein berlebih dapat menyebabkan masalah pada tulang dan hati.
Meski pola makan tinggi protein mungkin membantu mencapai berat badan ideal, ini juga dapat berdampak pada suasana hati. Sebuah studi dari Lifestyle Genomics tahun 2018 menemukan bahwa diet tinggi protein dan rendah lemak dapat meningkatkan risiko depresi.
Selain itu, penelitian dari Qom University of Medical Sciences Journal pada 2020 menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat memicu kecemasan dan depresi karena karbohidrat membantu produksi serotonin, hormon yang membuat seseorang merasa bahagia.
Diet tinggi protein juga sering kali rendah serat, terutama jika sumber utama proteinnya berasal dari produk hewani. Serat berperan penting dalam melancarkan pencernaan dan hanya ditemukan dalam makanan nabati.
Oleh karena itu, mengonsumsi serat dari sumber-sumber seperti biji-bijian utuh dan sayuran penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat.
Meningkatkan Energi dengan Karbohidrat Sehat
Jika kamu merasa mudah lelah meskipun sudah tidur cukup, konsumsi protein berlebih bisa menjadi penyebabnya. Protein yang berlebihan membebani ginjal dan organ lain, memaksa tubuh bekerja lebih keras.
Selain itu, kekurangan karbohidrat bisa membuat otak sulit fokus karena karbohidrat adalah sumber energi utama bagi otak. Pastikan kamu mendapatkan asupan karbohidrat sehat, seperti buah-buahan dan sayuran, untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Selain itu, konsumsi protein yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah seperti bau mulut, terutama pada diet rendah karbohidrat seperti diet keto, karena tubuh mulai memproduksi keton yang menghasilkan bau tidak sedap. (antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
-
7 Shio Paling Beruntung di Juli 2026, Cuan Melimpah!
-
Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan
-
Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global
-
5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun
-
5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM