Suara.com - Kebutuhan protein setiap individu ternyata sangat bervariasi, tergantung pada usia, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Menurut ahli gizi utama di Allium Healthcare, Mary-ann Chiam, orang dewasa sehat berusia 18 hingga 49 tahun disarankan mengonsumsi sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.
Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 70 kg sebaiknya mengonsumsi sekitar 56 gram protein setiap harinya.
"Kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan makanan tinggi protein seperti telur atau tempe. Tiga butir telur atau empat potong tempe sudah dapat menyediakan 20 hingga 25 gram protein," ungkap Chiam lewat Channel News Asia, dikutip dari Antara, Senin (2/9/2024).
Kebutuhan protein ini mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Pada usia 30-an, asupan protein yang disarankan tetap sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan.
Namun, ketika memasuki usia 40-an, beberapa ahli menganjurkan peningkatan asupan protein menjadi sekitar satu gram per kilogram berat badan per hari untuk menjaga massa otot dan kesehatan secara keseluruhan.
Saat mencapai usia 50-an, asupan protein sebaiknya ditingkatkan lagi menjadi 1,2 gram per kilogram berat badan setiap hari. Menurut Chiam, orang dewasa yang lebih tua lebih rentan mengalami penurunan kekuatan dan massa otot atau dikenal dengan sarkopenia, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak protein untuk menjaga kekuatan dan massa otot.
Jaclyn Reutens, ahli gizi klinis dan olahraga dari Aptima Nutrition & Sports Consultants, menambahkan bahwa tingkat aktivitas juga mempengaruhi kebutuhan protein.
Orang yang melakukan latihan kekuatan disarankan menggandakan asupan protein menjadi 1,6 hingga 2 gram per kilogram berat badan per hari. Sementara bagi mereka yang berolahraga dengan intensitas sedang, asupan protein bisa ditingkatkan menjadi 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan.
Namun, bagi mereka yang menjalani aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau mengerjakan pekerjaan rumah, asupan protein tidak perlu ditingkatkan secara signifikan. Reutens juga menekankan bahwa bagi kebanyakan orang, asupan protein tidak boleh melebihi 1,5 gram per kilogram berat badan per hari.
Faktor lain yang turut mempengaruhi kebutuhan protein adalah kondisi kesehatan. Misalnya, orang dewasa dengan kondisi medis tertentu seperti kanker atau penyakit ginjal akan memiliki kebutuhan protein yang berbeda.
Diane Seto, ahli gizi senior dari Mount Elizabeth Hospital di Singapura, juga mengingatkan bahwa ibu hamil membutuhkan asupan protein ekstra untuk mendukung pertumbuhan bayi dan perubahan tubuh selama kehamilan.
Meskipun protein sangat penting, konsumsi yang berlebihan juga bisa berisiko. Kelebihan asam amino dari protein akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh, yang dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah dan memicu penyakit jantung.
Selain itu, kelebihan protein juga dapat membebani ginjal, terutama bagi mereka yang sudah memiliki risiko masalah ginjal.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi guna mengetahui kebutuhan protein yang tepat sesuai dengan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Berita Terkait
-
Susu Steril: Cara Simpel Cukupi Kebutuhan Protein di Tengah Hidup yang Serba Cepat
-
Bahaya Diet Coke Campur Protein, Kata Ahli Gizi!
-
Kekurangan Protein Ancam Tumbuh Kembang Anak, Ini Dampak Buruknya
-
Dampak Buruk Konsumsi Protein Berlebihan Bagi Tubuh, Termasuk Lelah Tanpa Sebab?
-
Tak Cuma Enak, Ini 5 Kandungan Nutrisi Ikan Lele yang Baik untuk Kesehatan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Cara Isi Saldo E-Toll Tanpa NFC, Mudah dan Cepat
-
Apa Itu Furab? Fans Fuji dan Reza Arap Berusaha Jadi Mak Comblang
-
Dari Duka ke Syukur, Bos Pabrik HS Umrohkan 150 Karyawan Usai Kecelakaan
-
7 Bedak untuk Kulit Kering Agar Terlihat Glowing, Bikin Fresh!
-
Benarkah Denda Telat Lapor Pajak Dihapus? Ini Aturan Terbaru Menurut KEP 55 PJ 2026
-
7 Rekomendasi Parfum Mykonos Paling Tahan Lama, Wanginya Awet Seharian!
-
Strategi Jualan Online dan Fotografi Produk Jadi Kunci UMKM Bersaing di Era Digital
-
Daftar Harga Gas LPG 3 Kg dan Bright Gas Terbaru per Maret 2026
-
Skincare Panthenol Bagusnya Digabung dengan Apa? Agar Kulit Makin Sehat Bukan Malah Iritasi
-
Batas Lapor SPT Tahunan Coretax Sampai Kapan? Resmi Diperpanjang, Cek Batas Akhirnya