Suara.com - Tak lagi mendapat rumah dinas alias jabatan (RJA), anggota DPR periode 2024–2029 akan mendapatkan tunjangan perumahan sebagai gantinya. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam surat Setjen DPR nomor B/733/RT.01/09.2024. Lantas, berapa besaran tunjangan rumah anggota DPR baru?
“Anggota DPR RI periode 2024–2029 akan diberikan Tunjangan Perumahan dan tidak diberikan fasilitas Rumah Jabatan Anggota,” tulis aturan baru dalam surat tersebut.
Indra Iskandar selaku Sekjen DPR menjelaskan bahwa alasan utama mengapa rumah jabatan tak lagi diberikan adalah kondisinya yang sudah tidak layak dan perawatannya yang diperkirakan bisa menelan banyak biaya.
Berapa besaran tunjangan rumah anggota DPR baru?
Sampai saat ini, besaran pasti tunjangan rumah anggota DPR baru belum diketahui secara pasti. sampai saat ini, pihak yang bertugas masih terus melakukan riset.
“Iya kita kan lihat ini untuk hunian 3 kamar misalnya kita cek di Senayan, Sudirman, Kebayoran harganya gimana. Kalau untuk kamar kos aja berapa, enggak mungkin kalau Rp 5 juta atau Rp 10 juta,” tutur Indra.
“Jadi besarannya sekali lagi belum fix diputuskan, kami masih menunggu setelah terbentuknya AKD yang namanya BURT kami laporkan dan diskusikan. Nanti akan diputuskan bahwa di Jakarta besaran bisa beda, nanti akan jadi pertimbangan,” imbuhnya.
Ketika ditanya apakah kisaran tunjangan rumah anggota DPR mencapai angka Rp30 sampai Rp50 juta Indra pun menjawab seperti berikut.
“Ya sekitaran segitulah,” jawab Indra.
Usai menerima tunjangan, 580 anggota DPR 2024–2029 tidak ada pertanggungjawaban khusus. Artinya, uang tersebut bebas digunakan untuk sewa rumah atau menyicil huniannya sendiri.
Baca Juga: Verrel Bramasta Dikritik Habis-habisan, Video Asyik Main HP Saat Diduga Rapat DPR Tersebar
“Tidak ada pertanggungjawaban, mereka diberikan terserah, mau untuk sewa rumah, mau nyicil rumah, silakan. Jadi tidak ada pertanggungjawaban terkait kontraktual dengan pihak ketiga,” paparnya.
Di samping itu, Indra juga menyebut bahwa besaran tunjangan rumah untuk anggota DPR setiap tahunnya bisa berbeda-beda karena menyesuaikan dengan kondisi pasar.
“Jadi berkaitan dengan rumah itu karena di seurvei awal kami di seputaran di tengah-tengah ini (Senayan), harga sewanya sangat fluktuatif dan dinamis, harga-harga mengingat pasar sehingga kami perlu hati-hati untuk cari nilai yang pas,” paparnya.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan