Suara.com - Penanganan kasus stunting jadi perhatian pemerintah pusat, terutama sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi) lalu. Pada 2014, angka stunting nasional tercatat sebanyak 37 persen. Jokowi kemudian memasang target agresif ingin presentase stunting turun hingga 14 persen pada 2024.
Data terakhir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2023 mencatat bahwa presentase stunting nasional telah turun drastis selama 9 tahun pemerintahan Jokowi menjadi 21,5 persen.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono pernah menyatakan bahwa Indonesia memang masih alami tantangan berat dalam sektor kesehatan, terutama untuk mencapai target stunting di bawah 20 persen sesuai standar WHO.
Meski begitu, Dante optimistis, dengan intervensi tepat sasaran, maka target penurunan stunting dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.
"Penurunan angka stunting ini menjadi prioritas. Karena berkaitan langsung dengan perkembangan otak dan fisik anak," kata Dante.
Pemerintah, kata dia, terus memperbaiki akses gizi yang lebih baik dan memperluas layanan kesehatan ibu dan anak. Serta memastikan posyandu dan puskesmas dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Meski secara nasional, angka stunting di Indonesia masih di bawah standar WHO, teyapi ada beberapa daerah dengan kasus stunting rendah. Salah satunya kabupaten Karawang.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Karawang Eka Sanatha mengklaim bahwa penanganan stunting di Karawang sejak 2022- 2024 sudah mengalami kemajuan yang sangat baik.
Pada 2022, Karawang berhasil menurunkan angka stunting dari 20,6 persen menjadi 14 persen.
"Di Tahun 2023, Karawang menjadi salah satu Kabupaten terbaik se- Jawa Barat dalam penanganan stunting. Prestasi ini juga diapresiasi Pemerintah Pusat," kata Eka.
Eka menambahkan bahwa dengan kebersamaan, upaya penanganan stunting bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang, Sofiah juga menyatakan bahwa keberhasilan penurunan stunting di Karawang tak lepas dari peran serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang jumlahnya 5.637 orang.
Kata Sofiah, TPK bertugas melakukan monitoring, pendampingan, dan edukasi terhadap keluarga yang memiliki anak stunting. Hasilnya, berdasarkan data EPPGM dan SSGI tahun 2022 jumlah anak stunting di Karawang mengalami penurunan yang signifikan.
Berita Terkait
-
Kualitas Gibran jadi "Ban Serep" Prabowo Disoal Gegara Banyak Orang Jokowi di Kabinet: Banyak Titipan Kayak Daycare
-
Diultimatum Mahfud MD Gegara Salahgunakan Stempel Kementerian, Yandri Susanto Diadukan ke Prabowo: Pak Masak Begini?
-
Sidang Putusan Gugatan Rp5,246 Triliun Ditunda Lagi, Hakim Malah Minta Kubu Rizieq Bersurat ke Jokowi di Solo, Kenapa?
-
Dibongkar Pratikno, Jokowi dan Para Eks Menteri KIM Saling Balas Pesan Lucu di Grup WA, Ngobrolin Apa?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan