Suara.com - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD merespons progam 'Lapor Mas Wapres' ala Gibran Rakabuming Raka. Menurut Mahfud, program serupa sebelumnya juga sudah sering kali dilakukan di masa sebelumnya.
Diketahui Gibran membuka medium aduan masyarkat dengan tagline 'Lapor Mas Wapres' baik via online maupun offline.
"Pertama itu harus diapresiasi, dianggap bagus bahwa dia punya perhatian kepada pelanggaran masyarkat, sehingga harus dilayani diselesaikan terutama termasuk hak konstitusional," ujar Mahfud MD seperti dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu (13/11/2024).
"Tetapi harus diingat penampungan seperti itu sejak Zaman Sudarmono, Tri Suseno selalu ada itu, dulu kan ada Kotak Pos 55. Pengaduan apa pun sampaikan ke kantor wakil presiden semua orang ke sana tapi sama aja enggak diselesaikan," imbuhnya.
Mahfud menyebut program seperti Lapor Mas Wapres memang sudah banyak digunakan namun hanya tertampung tanpa ada penyelesaian. Hal serupa juga terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Sama dengan KPK waktu masih jaya-jayanya itu banyak laporan nggak direspons, saya punya bukti juga gak dibuka," kata Mahfud.
"Tapi enggak papa, itu kan bagian dari gimmick politik aja, enggak papa itu nggak jelek mudah-mudahan berhasil aja," tandasnya.
Gibran sendiri menyebut pihaknya terbuka didatangi dari hari Senin sampai Jumat di Istana Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih, Nomor 14, Jakarta Pusat untuk menerima aduan. Kendati demikian, Lapor Mas Wapres haya menampung 50 aduan setiap hari kerja.
Baca Juga: CEK FAKTA: Roy Suryo Resmi Dipenjara karena Terbukti Pemilik Akun Fufufafa, Benarkah?
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah
-
Ada Kasus Wamen Hukum hingga Sekjen DPR, KPK Beberkan Perkara yang Berakhir Dihentikan
-
Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian
-
John Herdman Terpaksa Coret Marselino Ferdinan Hingga Piala AFF 2026 Selesai
-
Heboh Gawang Persebaya Dicuri, Dipatahkan Jadi 16 Potong, Dua Pria Kini Berakhir Apes