Suara.com - Sosok Gus Miftah menjadi perbincangan hangat di hampir semua media tanah air beberapa hari belakangan. Omongannya saat ceramah menjadi musabab.
Kata kasar yang ia lontarkan terhadap seorang penjual es teh di tengah-tengah pengajian dinilai telah merendahkan orang miskin.
Kata 'goblok' yang meluncur dari mulut Gus Miftah dianggap tidak mencerminkan pribadi sebagai seorang pendakwah agama Islam.
Keilmuan Gus Miftah dalam agama Islam diragukan beberapa pihak selain tentu mengenai nasabnya yang mengaku sebagai anak kiai.
Lalu di manakah Gus Miftah belajar ilmu agama? Dalam beberapa ceramahnya, Gus Miftah mengaku pernah nyantri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jayasakti, Kabupaten Lampung Tengah.
Di ponpes ini, Miftah Maulana Habiburahman menimba ilmu selama 6 tahun yaitu dari tsanawiyah (setingkat SMP) dan aliyah (setingkat SMA).
Profil Bustanul Ulum
Dikutip dari website resmi Ponpes Bustanul Ulum Jayasakti, ponpes ini berada di bawah Yayasan Ponpes Bustanul ‘Ulum Jayasakti.
Ponpes ini sekolah dengan konsep asrama yang memadukan kurikulum pengembangan intelektual, kepemimpinan dan pembinaan karakter untuk mempersiapkan pemimpin masa depan yang cerdas dan berahlak mulia.
Baca Juga: Neo Letto Anak Cak Nun Diduga Sindir Gus Miftah, Bahas Pentingnya Etika Bercanda
Visinya adalah mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan peserta didik yang cerdas, terampil, beriman, mandiri dan bertakwa.
Ponpes Bustanul Ulum berdiri di lahan dengan luas kurang lebih 2.500 meter persegi di Jalan Kawista Nomor 15 Jayasakti, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Dikutip dari tesis berjudul "Implementasi Pendekatan Persuasif dalam Membina Self Awareness dan Kedisiplinan Santri Putri Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum Jayasakti Anak Tuha Lampung Tengah" karya Rizka Amalia, sebelum berbentuk yayasan pondok pesantren, Bustanul Ulum awalnya adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun 1962.
Lalu berkembang dengan berdirinya Raudhatul Athfal (RA) Bustanul ‘Ulum tahun 1971 dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bustanul Ulum tahun 1977. Pada tahun 1983 didirikanlah Madrasah Aliyah (MA) Bustanul Ulum. Lalu pada tahun 2002 berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul Ulum (STITBU).
Tokoh pendiri Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum yakni:
a. Bpk. KH. Syuhudi Mubarok, BA
b. Bpk. Ky. Sukri Kholil (alm)
c. Bpk. Jamzuri
d. Bpk. M. Yono
e. Bpk. Imam Kholis, BA
f. Ibu Siti Masykuroh (alm)
g. Bpk. Ky. Imam Sibaweh (alm).
Para tenaga pendidik pada masa awal berdirinya Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum adalah KH. Sulaiman Rais, M. Yono, KH. Syuhudi Mubarok, M. Rozi, M. Iswan, Suparno M.K, Kiai Sukri Kholil, Husnul Badar, Fauzan Husni, Marni Soim, Siti Maimunah, Siti Maskuroh dan Kunti Mujiati.
Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum memiliki landasan falsafah serta pedoman dalam dalam melaksanakan proses pembelajaran dan transfer ilmu-ilmu agama yang dikenal dengan Panca Sakti.
Panca Sakti yang digagas KH Syuhudi Mubarok ini meliputi berjiwa ikhlas, tujuan yang jelas, mengharapkan ridho Allah, hati yang bersih dan selalu ingat Allah.
Sebelum adanya asrama bagi para santri, kegiatan belajar mengajar di Ponpes Bustanul Ulum berlangsung di kediaman Syuhudi Mubarok. Pada tahun 1996, ponpes menyediakan asrama (tempat tinggal santri yang datang dari berbagai tempat).
Sistem pendidikan dan pengajaran yang digunakan di Madrasah Aliyah Bustanul ‘Ulum ini menggunakan kurikulum yang memadukan antara sistem pesantren salaf maupun modern dengan sistem yang berlaku pada sekolah-sekolah modern.
Buku-buku, bahan serta sumber pembelajaran disusun khusus sesuai dengan tingkatan di madrasah sebagaimana yang berlaku di sekolah umum tanpa meninggalkan kekhasan dari madrasah ini yakni dengan mempertahankan pengajaran ilmu-ilmu agama klasik (salaf).
Berita Terkait
-
Neo Letto Anak Cak Nun Diduga Sindir Gus Miftah, Bahas Pentingnya Etika Bercanda
-
Abu Janda Bantah Incar Jabatan Gus Miftah: Gaji Saya 3 Kali Lipat Lebih Besar
-
Masa Lalu Gus Miftah Tahun 2010 Diungkit, Diduga Mengemis Urus Klub Bola ke Sihar Sitorus
-
Beda Kontroversi Gus Miftah vs Fufufafa: Diminta Kompak Mundur oleh Rocky Gerung
-
Selain Hina Sunhaji, Gus Miftah Juga Sempat Mencela Istri Penjual Es Teh
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi
-
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026