Suara.com - Pengiriman produk dingin, seperti makanan beku, minuman dingin, atau buah-buahan, memerlukan penanganan khusus agar kualitasnya tetap terjaga. Suhu yang tidak stabil dapat merusak produk dan mengakibatkan kerugian finansial. Itu sebabnya, penting bagi UMKM dan seller yang menjual produk dingin atau beku, menjaga kesegaran produk dingin selama pengiriman.
Menjawab tantangan logistik di sektor pengiriman produk dingin, Ninja Xpress menghadirkan layanan Ninja Cold, layanan inovatif ini dirancang khusus untuk mendukung pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk melalui keunggulan teknologi cooling system dan teknologi polygon routing. Sudah bersertifikasi halal, Ninja Cold dengan ekosistem logistik yang terintegrasi dapat memastikan produk tetap segar hingga sampai tujuan dengan tepat waktu.
Sebagai bagian dari layanan pengiriman supply chain management atau B2B Restock (Ninja B2BR), layanan ini hadir untuk mendukung manajemen rantai pasok ritel dan UKM, menjembatani kebutuhan pengiriman produk-produk khusus seperti sayuran, pastries, daging atau makanan olahan, yang terus meningkat di pasar Indonesia.
Berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan pada pertengahan tahun 2024 terhadap 1.100 responden, didapatkan bahwa lebih dari 94% pembeli online atau disebut e-shopaholics telah membeli produk frozen food dengan frekuensi pembelian 1-2 kali seminggu. Produk-produk makanan olahan seperti nugget (38,7%), sosis (28,5%), dan bakso (15,9%) mendominasi pasar. Namun, kebutuhan akan layanan pengiriman dingin yang terpercaya masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha.
Menjawab tantangan tersebut, layanan Ninja Cold yang beroperasi di Jabodetabek menawarkan sejumlah keunggulan yang memberikan nilai lebih bagi pelaku bisnis UKM maupun korporasi, untuk memastikan produk tetap segar dan berkualitas tinggi hingga tiba di tangan konsumen. Layanan ini mencakup dua tipe pengiriman yang disesuaikan dengan kebutuhan produk:
• Pengiriman Chiller Temperature
Untuk pengiriman produk dengan suhu di rentang 0° hingga 5° seperti produk sayur, produk susu, buah, dan produk kesehatan
• Pengiriman Frozen Temperature
Untuk pengiriman produk dengan suhu di -15° dan lebih dingin, seperti produk daging, seafood dan juga frozen food
Baca Juga: Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Ini Cara UMKM untuk Bisa Naik Kelas
Dengan inovasi ini, layanan ini tidak hanya mendukung kebutuhan logistik pelaku usaha tetapi juga menjadi solusi terpercaya untuk menjaga kualitas produk hingga ke tujuan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI
-
Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik
-
Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG