Suara.com - Berbicara soal brand mewah, mungkin Hermes atau Gucci menjadi salah satu yang terlintas. Rupanya dua brand itu meski mewah tidak masuk dalam 5 besar brand yang barangnya disukai old money atau orang kaya lama.
Hal ini diungkap oleh pengusaha Grace Tahir. Dalam kontennya, ia mengungkap 5 brand kesukaan old money.
"Ini adalah 5 brand yang disukai oleh orang kaya lama atau old money. Mereka lebih senang barang quiet luxury dan bukan yang mentereng norak-norak," ujar Grace Tahir dikutip dari akun TikTok miliknya, Rabu (8/1/2025).
Berikut brand kesukaan para old money menurut Grace Tahir, apa saja?
1. Brioni
Brioni disebut menjadi pakaian mewah untuk laki-laki yang disukai oleh old money. Brand ini merupakan merek fesyen asal Italia yang khas dengan jas pria premium.
Brioni berdiri di Roma sejak 1945 dengan jahitan presisi.
2. Loro Piana
Loro Piana juga menjadi brand favorit para orang kaya lama. Loro Piana berdiri sejak 1924 di Italia Utara dengan profuk khas berbahan serat alami seperti wol dan cashmere.
Baca Juga: Penjualan Online Melonjak 200%, Brand Lokal dan UMKM Berinovasi Sepanjang 2024
Loro Piana memprofuksi berbagai profuk fesyen yang mengutamakan kualitas tinggi.
3. Kiton
Kiton juga merupakan brand mewah asal Italia yang berdiri sejak 1968. Brand ini fokus pada pakaian mewah pria yang dibuat secara manual oleh pengrajin berpengalaman.
4. Brunello Cucinelli
Brand fesyen mewah lain yang menjadi favorit old money adalah Brunello Cucinelli. Brand ini beridir sejak 1978 dengan fesyen khas kasual dan elegan.
Brunello Cucinelli dibuat dengan kualitas tinggi, terutama cashmere dengan meniberatkan sistem berkelanjutan. Oleh karena itu, penggemar Brunello Cucinelli tidak hanya peduli kemewahan namun juga kepedulian sosial.
5. Ralph Lauren
Ralph Lauren berdiri sejak 1967 di Amerika Serikat. Brand ini menjadi simbol gaya elegan yang khas dan ikonik dengan logo polo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi