Suara.com - Human metapneumovirus atau HMPV tengah menjadi perhatian serius di dunia. Selain sudah memicu epidemik di China, virus HMPV juga dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia.
Namun, ternyata masih belum banyak yang bisa membedakan HMPV dengan respiratory syncytial virus (RSV). Diketahui baik HMPV dan RSV adalah virus menginfeksi pernapasan manusia. Kedua virus ini sama-sama mudah menyebar melalui batuk dan bersin.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sulit untuk membedakan berbagai penyakit pernapasan karena memiliki gejala yang mirip seperti demam, batuk, pilek, dan hidung tersumbat. Lalu bagaimana cara membedakan antara HMPV dan RSV?
Gejala untuk Membedakan HMPV dan RSV
Menyadur Onlymyhealth, HMPV dan RSV memiliki perbedaan dalam hal diagnosis dan dampak jangka panjang. RSV telah diteliti dengan baik dan dikenal luas, sedangkan HMPV masih kurang terdiagnosis karena gejalanya yang tumpang tindih dengan virus pernapasan lainnya, ditambah terbatasnya akses ke alat diagnostik seperti tes PCR.
Selain itu, HMPV dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis. Contohnya asma pada anak-anak dan memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada orang tua.
HMPV dan RSV memiliki banyak gejala yang mirip, seperti pilek, batuk, demam, dan gangguan pernapasan. Namun, gejala utama yang membedakan HMPV dari RSV terletak pada tingkat keparahan dan dampaknya pada kelompok tertentu. Berikut cara membedakan gejala HMPV dengan RSV:
- Tingkat keparahan komplikasi jangka panjang: HMPV lebih sering dikaitkan dengan komplikasi pernapasan jangka panjang, seperti asma dan mengi berulang pada anak-anak, yang kurang menonjol pada kasus RSV.
- Memburuknya kondisi yang sudah ada sebelumnya: Pada orang tua, HMPV lebih mungkin memperburuk kondisi kronis seperti PPOK dan gagal jantung dibandingkan dengan RSV.
- Permulaan gejala: Gejala HMPV dapat berkembang lebih bertahap dan terkadang salah didiagnosis karena pendeteksiannya yang hampir sama dengan virus pernapasan lainnya.
Untuk membedakan kedua kondisi secara akurat, Anda mungkin harus menjalani tes diagnostik, karena gejala saja mungkin tidak cukup untuk membedakan kedua infeksi tersebut. HMPV dan RSV terutama didiagnosis melalui tes PCR, yang mendeteksi materi genetik virus.
Metode diagnostik lainnya termasuk deteksi antigen dan kultur virus. Meski demikian, PCR tetap merupakan pendekatan yang paling akurat dan banyak digunakan.
Baca Juga: Cara Mencegah Virus HMPV yang Makin Mewabah, Ini Saran Dokter
Pengobatan dan Tindakan Pencegahan
Untuk HMPV, tidak ada perawatan antivirus khusus. Namun, kondisinya dapat dikelola melalui perawatan suportif, seperti menjaga hidrasi, menggunakan obat bebas (OTC) untuk demam dan nyeri seperti parasetamol, dan memberikan terapi oksigen jika perlu dalam kasus yang parah. Rawat inap mungkin diperlukan untuk kelompok rentan.
Seperti HMPV, RSV juga tidak memiliki perawatan antivirus yang ditargetkan. Perawatan suportif adalah pendekatan utama, tetapi untuk kasus yang parah, terutama pada bayi, antibodi monoklonal seperti palivizumab dapat diberikan kepada bayi berisiko tinggi untuk membantu mencegah infeksi.
Dalam kasus yang parah, rawat inap untuk terapi oksigen, ventilasi, dan dukungan pernapasan lainnya adalah hal yang umum.
Sementara itu, strategi pencegahan untuk HMPV meliputi kebersihan tangan yang baik, menutup mulut saat batuk dan bersin, memakai masker, menjaga jarak sosial, dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Tidak ada vaksin khusus untuk HMPV.
Pencegahan RSV juga meliputi kebersihan tangan dan pemakaian masker. Selain itu, vaksin dan pilihan antibodi monoklonal untuk RSV masih dalam penelitian, meskipun belum ada vaksin hingga saat ini.
Berita Terkait
-
Cara Mencegah Virus HMPV yang Makin Mewabah, Ini Saran Dokter
-
Dokter Tifa Bahas HMPV hingga Sentil Menkes: Virus Kayak Mobil, Ganti Chashing Setiap Lima Tahun!
-
Pilek dan Hidung Tersumbat? Atasi dengan 15 Ramuan Obat Herbal Alami Ini!
-
Cek Fakta: Virus Tak Dikenal Menyebar di China, Benarkah?
-
Gejala HMPV Mirip Flu, Bisakah Memicu Pandemi Baru? Ini Kata Ahli
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi