Suara.com - Berjalan kaki selama lima menit setiap hari ternyata membawa banyak manfaat positif bagi tubuh. Aktivitas sederhana ini tidak hanya mudah dilakukan tetapi juga memberikan efek yang signifikan pada berbagai aspek kesehatan.
Dilansir dari Time of India, berjalan kaki merupakan olahragayang dapat dilakukan siapa saja di mana saja dan kapan saja sepanjang hari. Berjalan kaki dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, risiko kanker, dan bahkan kematian dini.
Direktur pencegahan dan kesehatan kardiovaskular di National Jewish Health di Denver, Dr Andrew Freeman, mengatakan berjalan kaki selama lima menit setiap hari dapat mengubah segalanya.
Dirinya menyarankan olahraga harian selama 30 menit jika dikombinasikan dengan jalan cepat merupakan rutinitas yang sempurna untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
Kuncinya adalah menjadikan gerakan sebagai bagian rutin dan bersikap konsisten membantu dalam mencapai tujuan kebugaran kita.
Berjalan kaki tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga membantu kesejahteraan mental karena dapat mengurangi kecemasan, depresi, dan kesedihan. Gerakan berirama dan paparan alam dapat memberikan efek menenangkan pada pikiran.
Jalan kaki secara teratur dapat membantu menjaga berat badan yang sehat atau mendukung upaya penurunan berat badan.
Jalan kaki juga dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, mengurangi risiko terjatuh, terutama seiring bertambahnya usia. Jalan kaki dapat meningkatkan fungsi otak, daya ingat, dan konsentrasi, bahkan dapat membantu melindungi dari penurunan kognitif.
Bila jalan kaki memiliki banyak manfaat, meskipun dimaksudkan sebagai olahraga minimal selama lima menit, jalan kaki membantu meningkatkan kesehatan.
Jalan kaki singkat membantu meningkatkan aliran darah dalam tubuh dan juga dapat menyegarkan pikiran untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas.
Manfaat lainnya yakni memperkuat otot dan membantu menyalurkan oksigen ke otak dan otot Anda.
Jalan kaki selama lima menit merupakan tujuan yang dapat dicapai dan jalan kaki setelah makan juga dapat membantu merangsang pencernaan dan mencegah kembung. [Antara]
Berita Terkait
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?
-
Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS
-
Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati
-
Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa