Suara.com - Bouraq Indonesia Airlines, yang lebih dikenal dengan nama pesawat Bouraq, adalah salah satu maskapai penerbangan yang pernah meramaikan industri penerbangan di Indonesia. Berikut adalah sejarah pesawat Bouraq.
Dikenal dengan warna khas hijau toska, maskapai ini memiliki cerita unik di balik pendiriannya dan perjalanan panjang yang akhirnya berakhir gulung tikar.
Bouraq didirikan pada tahun 1970 oleh Jerri A. Sumendap, seorang pengusaha kayu asal Manado, Sulawesi Utara. Berikut ulasan selengkapnya seperti dikutip dari infiniteflight.com dan sumber lainnya.
Sejarah dan Latar Belakang Pendirian Maskapai
Meski tak memiliki latar belakang di dunia penerbangan, Jerri A. Sumendap memulai proyek besar ini karena keprihatinannya terhadap kurangnya sarana transportasi di Kalimantan. Pada akhir 1960-an, pulau ini, yang kaya akan sumber daya alam, termasuk minyak, belum memiliki penerbangan reguler yang menghubungkannya dengan pulau-pulau lain di Indonesia.
Dilandasi oleh alasan itulah, Jerri memutuskan untuk membangun sebuah maskapai yang bisa menghubungkan Kalimantan dengan wilayah lain di tanah air.
Dengan modal awal tiga unit pesawat DC-3, Bouraq memulai operasional pada 1 April 1970, dengan penerbangan pertamanya mendarat di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Nama Bouraq sendiri diambil dari "Buraq", yaitu kendaraan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj, dengan harapan bisa menjadi maskapai yang cepat berkembang dan tepat waktu.
Baca Juga: Cek Fakta: Insiden Sebelum Kecelakaan Jeju Air di Korea Selatan
Ekspansi Bisnis Maskapai Bouraq
Setelah memulai perjalanan bisnis penerbangannya, Bouraq berkembang pesat. Pada tahun 1972, maskapai ini mendirikan anak perusahaan Bali Air yang berfokus pada penerbangan berjadwal untuk melayani rute-rute domestik, khususnya di Indonesia bagian timur.
Tak hanya itu, Bouraq juga mendirikan Bouraq Natour, yang bergerak di bidang konstruksi, dan membantu pembangunan beberapa bandara besar di Indonesia, seperti Bandara Sam Ratulangi di Manado pada 1976.
Memasuki tahun 1980-an, Bouraq semakin memantapkan eksistensinya di industri penerbangan Indonesia. Maskapai ini menambah armadanya dengan pesawat-pesawat baru, seperti Vickers Viscount (VC-843), CASA NC-212, dan BAE-748, serta memperkenalkan pesawat-pesawat jenis Britten Norman Islander dan Trislander untuk penerbangan perintis.
Pada tahun 1990, Bouraq bahkan berhasil meraih predikat sebagai maskapai swasta dengan performa ketepatan waktu terbaik dalam penerbangan domestik.
Pada masa puncaknya, Bouraq menghadapi kritik dari pesaing-pesaingnya yang menyebut armada Bouraq sebagian besar menggunakan pesawat tua. Untuk mengatasi hal tersebut, Bouraq mendatangkan pesawat jet Boeing 737-200 yang lebih modern, dengan dana sebesar USD 70 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Perjalanan Panjang Amy & Rogers: 4 Hari dalam Mobil yang Mengubah Segalanya
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh
-
Peneliti Kebijakan Dorong Pengusutan Kasus Eks Jampidsus Mengarah ke Aktor Intelektual
-
Dea Arranoya Lulusan Mana? Anak Pejabat Aceh Viral Pamer 15 Jeriken BBM dan Liburan ke Eropa
-
Velodrome Bergemuruh, Pelatih Reidel Toiran Puji Antusiasme Suporter Timnas Voli Indonesia
-
Indonesia Kekurangan Talenta Siber, ITSEC Asia dan PT INTI Siapkan Solusinya
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan
-
Gabung Kendal Tornado FC, Diego Dalloca: Saya Ingin Menciptakan Sejarah!
-
5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!
-
Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM