Suara.com - Memanaskan ulang makanan dengan microwave adalah cara praktis untuk menghemat waktu. Namun, tidak semua jenis makanan aman atau tetap berkualitas jika dipanaskan ulang menggunakan alat ini.
Beberapa makanan justru dapat kehilangan nutrisi, tekstur, bahkan menjadi berbahaya jika dipanaskan dengan microwave. Melanir Antara, berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari:
1. Telur rebus
Telur rebus yang dipanaskan ulang dapat menghasilkan gas dan meledak dalam microwave. Selain itu, struktur protein dalam telur dapat berubah, membuatnya sulit dicerna.
2. Makanan kaya vitamin c
Karena vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air yang sangat sensitif terhadap panas, hindari penggunaan microwave untuk makanan yang kaya akan vitamin ini.
Makanan yang kaya akan vitamin C antara lain brokoli, paprika, beri, dan sayuran berdaun hijau. Untuk menjaga integritas vitamin C dalam makanan ini, disarankan untuk mengonsumsinya mentah sesering mungkin.
3. Ayam
Ayam mengandung protein kompleks yang bisa berubah struktur jika dipanaskan ulang, membuatnya lebih sulit dicerna dan kadang berisiko mengiritasi perut.
4. Makanan laut
Memanaskan kembali makanan laut bukanlah hal yang baik, kata Holtzer. Salah satunya ikan. Panas yang tinggi dari microwave dapat menyebabkan kadar air dalam ikan menguap dengan cepat, yang dapat menyebabkan teksturnya menjadi sangat kering dan kenyal.
5. Daging sapi
Jika Anda memiliki sisa steak dari makan malam di restoran bagus dan ingin memanaskannya kembali dalam microwave keesokan harinya, Anda tidak akan menikmati pengalaman gourmet yang sama pada hari kedua atau ketiga.
Memanaskan kembali daging steak dapat menyebabkannya kehilangan tekstur dan rasa empuknya karena panas tambahan cenderung mengeringkan daging dan membuatnya alot.
Berita Terkait
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Aturan Label Gizi Baru BPOM Dikritik, FAKTA Indonesia Sebut Ada Standar Ganda
-
Jejak Karbon Makanan Tidak Sama bagi Semua Orang, Penelitian Ungkap Kelompok dengan Dampak Terbesar?
-
Nutrisi Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Konsumsi Susu Anak Indonesia Perlu Ditingkatkan
-
Prestasi Anak Tak Ditentukan dari Piala, Tapi Nutrisi di Pagi Hari
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim