Orang kaya lama cenderung konservatif dalam memilih investasi. Alih-alih coba-coba, mereka lebih memiliki sektor yang sudah teruji, seperti saham dan properti.
Di sisi lain, orang kaya baru mungkin lebih berani mengambil risiko, misalnya mengembangkan start-up dan terjun ke dunia kripto.
4. Latar pendidikan
Karena memiliki kekayaan sejak dahulu, orang kaya lama biasanya punya latar pendidikan mentereng, baik di dalam maupun luar negeri. Jejaring sosial mereka pun cukup kuat dan susah ditembus.
Sementara itu, orang kaya baru tidak selalu memiliki latar pendidikan elit karena pada saat itu mereka mungkin belum sekaya sekarang. Namun, mereka memang sangat terbuka untuk menjalin koneksi.
5. Pandangan terhadap kesuksesan
Orang kaya lama cenderung mengalokasikan sebagian kekayaannya untuk kegiatan amal melalui sebuah yayasan. Mereka juga biasanya lebih menjunjung nilai-nilai tradisional, seperti keluarga.
Meski juga terlibat dalam kegiatan amal, orang kaya baru biasanya akan fokus pada hal-hal yang berbau kekinian atau berbasis isu global.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Baca Juga: Berani Bantah Deddy Corbuzier yang Memaki Anak-anak, Ferry Irwandi Singgung Era Orba
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya