Suara.com - Aktor Ju Ji Hoon ramai disorot berkat aktingnya di drama Korea The Trauma Code: Heroes on Call yang tengah naik daun. Segala hal yang berkaitan dengan Ju Ji Hoon diperbincangkan, termasuk mengenai penyakit asam urat.
Betapa tidak, dalam sebuah wawancara Ju Ji Hoon mengaku kadar asam uratnya tinggi. Penyakitnya bahkan pernah kambuh saat menjalani proses syuting adegan laga untuk drakor Blood Free. Pengakuan aktor berusia 42 tersebut diungkit lewat cuitan Menfess Drama Korea di X hingga menyita atensi netter.
"Sender baru tau fakta ju jihoon punya asam urat dan pernah kambuh pas syuting. om sehat-sehat terus yaa, kalau uda habis syuting boleh banget istirahat yang lama om huhu, doain gaes dia sehat terus, upcoming projectnya juga masih banyak," cuitnya dikutip Jumat (31/1/2025).
Tentunya asam urat seperti yang dialami Ju Ji Hoon membuat tak nyaman. Lantas kira-kira apa saja gejalanya?
Asam urat atau gout arthitis adalah radang sendi yang ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, benjolan dan kemerahan. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat (uric acid) dalam darah sehingga terjadi penumpukan dan pengkristalan yang menimbulkan peradangan.
Umumnya asam urat menyerang pada bagian kaki mulai lutut, pergelangan dan ruas jari. Gout juga bisa terjadi di tangan, siku dan pergelangan tangan hingga penderitanya mengalami nyeri ataupun cenat-cenut.
Penyakit asam urat bisa menyerang segala usia tidak hanya orang tua. Sebab itu, perlu mengenali penyebab asam urat berikut ini.
1. Riwayat keluarga dan genetik
Asam urat tinggi bisa terjadi karena riwayat keluarga atau risiko genetik yang mengalami penyakit serupa. Seorang menjadi lebih rentan terhadap gejala asam urat karena faktor keturunan.
Baca Juga: Terlalu Pendek, Drama The Trauma Code: Heroes on Call Diminta Season 2
2. Gaya hidup
Gaya hidup tidak sehat berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh seperti kurang tidur, kebiasaan merokok hingga minum alkohol secara berlebihan. Untuk menghindari gout, gaya hidup serupa perlu dihindari.
3. Pola makan
Gout bisa terjadi karena pola makan buruk. Konsumsi makanan tinggi purin (jeroan, makanan laut, daging merah, makanan olahan) dapat meningkatkan kadar asam urat.
Selain itu, makanan tinggi kolesterol serta makanan dan minuman tinggi gula (soda, teh kemasan, jus buah) juga bisa mengganggu metabolisme asam urat.
4. Obesitas
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?