Suara.com - Ariel Tatum dikenal sebagai aktris berbakat dengan pesona yang selalu mencuri perhatian. Namun, di balik kepercayaan dirinya di depan kamera, ternyata ada kebiasaan unik yang mungkin tak banyak diketahui orang.
Wanita 28 tahun itu ternyata sangat menghindari kontak fisik, terutama bersalaman. Dalam sebuah perbincangan, Ariel mengungkapkan bahwa ia lebih memilih menangkupkan tangan dibandingkan menjabat tangan orang lain.
Bukan karena tidak menghormati atau merasa jijik dengan orang lain, tetapi lebih karena ia sangat sadar akan kebersihan.
"Gue sebenernya sangat menghindari salaman sama orang. Gue sering banget giniin orang (menangkupkan tangan)," ujar Ariel dalam video yang Suara.com kutip pada akun TikTok @bincangbincangnew pada Jumat (7/2/2025).
Jika ia terpaksa harus berjabat tangan, misalnya setelah bekerja dalam waktu lama, ia selalu merasa perlu mencuci tangan dengan sangat teliti. Bahkan, ia mengaku bisa mencuci tangan selama tiga menit hanya untuk memastikan kebersihannya.
"Tangan kita itu kan penuh bakteri-bakteri yang tidak terlihat, ya. Gue se-germophobic itu. Habis pegang ke mana-mana, gue langsung cari tisu basah antibakterial atau cuci tangan selama tiga menit," tambahnya.
Selain soal kebersihan, Ariel juga blak-blakan mengakui bahwa ia tidak suka disentuh. Pernyataan ini tentu cukup mengejutkan mengingat dunia hiburan sering kali penuh dengan interaksi fisik, baik saat bertemu orang baru maupun dalam proses syuting.
"Sebenernya ya, gue sebenernya, I don't like being touched," tutupnya.
Kejujuran Ariel tentang kebiasaannya ini langsung menarik perhatian publik. Banyak yang memahami dan menghargai kepekaannya terhadap kebersihan, terutama di era yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Namun, ada juga yang merasa relate dengan perasaan tidak nyaman saat bersentuhan fisik dengan orang lain.
Baca Juga: Kronologi A Business Proposal Versi Indonesia Tuai Kontroversi Hingga Terancam Boikot, Kok Bisa?
Apa itu Germophobia?
Dikutip Klikdokter, germophobia adalah rasa takut berlebih pada kuman yang mengacu pada mikroorganisme penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, atau parasit.
Fobia kuman juga memiliki nama lain, yaitu bacillophobia, bacteriophobia, mysophobia, dan verminophobia.
Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog., penyebab germophobia sebenarnya sama seperti fobia pada umumnya, yaitu karena pengalaman traumatis di masa lalu.
Pada germophobia, berarti penyebabnya adalah pengalaman kurang menyenangkan yang berhubungan dengan kuman, termasuk bakteri, virus, atau parasit.
“Selain itu, germophobia juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan,” kata Ikhsan.
“Misalnya, sejak kecil keluarga selalu menuntut kebersihan yang sempurna sehingga hal tersebut terbawa sampai dewasa dan menjadikan seseorang takut bila ada yang kotor atau tidak higienis,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
2.557 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng untuk Kibarkan Merah Putih, Begini Situasi Terkini
-
POV Mahasiswa: Menjadi Agent of Change dari Bli Nyoman Desa Sejahtera Astra
-
Tanggap Gempa Flores, BRI Peduli Turun Langsung Bantu Masyarakat Terdampak Bencana
-
Kim Soo Hyun Comeback di Dunia Hiburan, Lebih dari 40 Proyek Menanti
-
Solar Run 2026 Bawa Pesan soal Gaya Hidup dan Energi Bersih
-
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
-
Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan