Suara.com - Kerja lembur merupakan pekerjaan yang dilakukan di luar jam kerja normal. Pemerintah mengatur ketentuan lembur untuk melindungi hak pekerja.
Jika karyawan bekerja lembur, perusahaan wajib membayar upah tambahan. Karyawan berhak menuntut jika perusahaan tidak membayar upah lembur, dan perusahaan dapat dikenai sanksi pidana atau administratif.
Ada beberapa alasan mengapa karyawan memilih atau diharuskan untuk kerja lembur:
- Pekerjaan yang menumpuk
Karyawan lembur karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama saat deadline sudah dekat. Ini bisa terjadi karena karyawan mengerjakan pekerjaan di luar job desk atau ada proyek dadakan.
- Permintaan bisnis
Peningkatan permintaan produk atau layanan dapat menyebabkan perusahaan meminta karyawan untuk lembur. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
- Kekurangan pegawai
Perusahaan mungkin kekurangan karyawan karena kondisi keuangan yang kurang baik atau kesulitan menemukan pekerja dengan kualitas yang diinginkan. Akibatnya, pekerjaan dilimpahkan kepada karyawan yang ada, menyebabkan mereka harus lembur.
- Alasan pribadi
Karyawan mungkin menggunakan waktu lembur untuk mengganti waktu kerja yang hilang karena keperluan pribadi, seperti janji dokter. Selain itu, beberapa karyawan mungkin ingin menambah penghasilan dengan bekerja lembur.
- Meningkatkan produktivitas
Beberapa pekerja merasa lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas lebih cepat ketika mereka tahu akan menerima tambahan gaji.
- Suasana yang mendukung
Sebagian karyawan merasa lebih konsentrasi dan produktif saat bekerja di malam hari karena suasana yang lebih tenang.
Berita Terkait
-
MoU Indonesia-Jepang: 10 Proyek Kerja Sama Investasi dengan Nilai Rp 392,7 Triliun
-
Misi Menyelamatkan Kewarasan dengan Weekly Life Review
-
Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo
-
Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Berapa Harga Pertamax per 1 April 2026? Ini Update Harga BBM Terbaru
-
4 Rekomendasi Sunscreen dari Dokter yang Ampuh untuk Flek Hitam, Mulai Rp30 Ribuan
-
Libur Lebaran 2026: Mudik Tak Lagi Sekadar Pulang Kampung, Tapi Sekalian Traveling
-
Ramalan Shio Hari Ini 1 April 2026, Siapa Saja Shio Paling Beruntung?
-
Terpopuler: Varian Adidas Adizero Terbaik, Krim Penghilang Flek Hitam di Apotek
-
4 Zodiak Paling Hoki dan Berlimpah Rezeki pada 1 April 2026
-
Sidoarjo Pride! Dari Kota Udang ke Dunia Digital, Cerita Bimasakti Bikin Transaksi Makin Simpel
-
Bensin Tak Jadi Naik, Ini Update Daftar Harga BBM 1 April 2026
-
Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya
-
Cara Exfoliating Toner agar Kulit Tak Iritasi, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Aman untuk Pemula